28 November 2021, 13:35 WIB

Pandemi tidak Halangi JAC untuk Terus Berinovasi


Mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia selama hampir dua tahun terakhir memang telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, utamanya ekonomi. Namun seiring mulai meredanya wabah itu di Tanah Air, perekonomian nasional kembali menggeliat.

Kondisi itu tidak disi-siakan Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) untuk terus berinovasi dan berkreasi. Hasilnya, mereka berhasil meraih 3 (tiga) penghargaan sekaligus di 6th Golden Record Award by Merz Aesthetics, satu-satunya penghargaan di bidang pelayanan kedokteran estetik yang diselenggarakan oleh Merz APAC (Asian Pacific Region) setahun sekali,
Penghargaan Lokal tertinggi dan 1st Runner Up se-Asia Pasifik Kategori B, untuk jumlah pasien terbanyak Combination Treatment, yaituUltherapy – Botulinum toxin atau Botoks – Filler, buah konsistensi pelayanan JAC atas kualitas.

Baca juga: Paviliun Indonesia Hadirkan Inovasi dan Warisan Nusantara di ...

CEO Merz Aesthetics Global, Mr. Bob Rhatigan  mengucapkan selamat atas prestasi JAC yang berhasil membantu banyak orang untuk look better, feel better, and  live better. Sementara Mr. Lawrence Siow, President Asia Pacific Merz Aesthetics turut berbahagia, sekaligus merasa terhormat menjadi bagian dari kemenangan JAC.

“Harta terindah adalah support dari keluarga besar JAC, untuk bersama-sama  berkomitmen memberi pelayanan terbaik dan mengembangkan senyum pasien. Terima kasih atas besarnya kepercayaan para pasien kepada JAC, akan JAC jaga selalu baik-baik,” kata dr. Olivia Ong, Founder dan Medical Director JAC.

Salah satu Public Figure sekaligus pasien JAC sejak 2016 Laudya Cynthia Bella, turut mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi JAC di kancah internasional. "Saya merasa nyaman dan hanya percaya JAC untuk merawat kesehatan kulit saya luar dalam, sehingga bisa terus sebaik sekarang.”

Di momen ini, JAC mempersembahkan treatment baru Face Toning untuk menjawab kebutuhan masyarakat soal tampilan wajah agar kembali segar dan kualitas kulit lebih baik sejalan dengan mulai menggeliatnya kembali perekonomian.

“Zoom boom telah menciptakan zoom effect dimana manusia memandang wajahnya secara berbeda, penuh animasi, tidak lagi hanya diam seperti saat bercermin. Ada beberapa hal yang lantas disadari oleh mereka sendiri perlu diperbaiki, baik dengan manipulasi sudut pengambilan kamera, lampu, make-up atau filter, atau langsung ke JAC,” ujar dr. Olivia Ong.

Fakta di lapangan bukan hanya JAC merasa perlu memudarkan kerutan, cekungan, gelombang dan mengencangkan wajah, namun kulit pasien saat ini tak lagi sama. Kurangnya perawatan selama masa pandemik, kebiasaan berjemur, hobi baru di outdoor, lebih sering mencuci muka dan penggunaan masker menyebabkan kulit menjadi lebih kering, sensitif dan mudah berjerawat.

Solusi yang lebih instan dan efektif untuk keduanya adalah Face Toning, Botoks untuk wajah dan kulit segar bercahaya. “Merawat lebih ke dalam, berpikir lebih dari sekedar merawat kulit dari luar, untuk mendapatkan kualitas kulit yang jauh lebih baik & kuat jangka panjang,” ungkap dr. Olivia Ong.

Donna Agnesia, Public Figure dan pasien setia JAC sejak tahun 2017 mengaku mendapat dukungan dari suaminya dan langsung mengambil treatment Face Toning karena sudah menantikan dan selalu suka dengan hasil treatment kombinasi JAC.

JAC berharap banyak masyarakat di tanah air mendapatkan manfaat dari treatment baru JAC Face Toning, solusi modern yang to the point untuk mengembalikan bahkan meningkatkan kepercayaan diri agar hidup lebih menyenangkan. Face Toning melengkapi puzzle Combination Treatment JAC yang selalu dicari dan dibicarakan banyak orang. “Kulit sehat dari dalam adalah trend kulit dan estetika 2022 persembahan JAC untuk Indonesia,” ujar dr. Olivia Ong. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT