28 November 2021, 10:54 WIB

Pemerataan Jaringan TIK Dikebut


mediaindonesia.com | Humaniora

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) terus mengejar pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan). Targetnya pembangunan 7.904 base transceiver station (BTS) 4G selesai hingga akhir 2022.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail menyampaikan, pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia memang menjadi hal yang esensial dalam 2 tahun terakhir. Di saat pandemi covid-19 membuat segala aktivitas yang ada mengandalkan konektivitas internet.

“Terutama tentu sektor pendidikan yang mengandalkan koneksi internet hingga pelosok desa, apalagi misalnya di Sekadau, Kalimantan Barat, yang jauh dari Kota Pontianak,” ungkap Ismail dalam tayangan Susi Cek Ombak di Metro TV, tadi malam.

Baca Juga: Palapa Ring Integrasi Tingkatkan Utilitas Tol Langit

Ismail mengatakan, pemerintah terus mengupayakan koneksi internet terhubung ke 82 ribu desa yang ada di Indonesia. Saat ini, yang dikejar oleh pemerintah adalah pemerataan infrastruktur TIK sinyal 4G untuk koneksi di 12.500 desa lebih baik wilayah non-3T maupun wilayah 3T.

“Kita sudah mulai memetakan sejak 2019, ada 12 ribu desa lebih yang sejak Indonesia merdeka mereka belum menikmati koneksi internet yang mumpuni. Sehingga 2 tahun terakhir ini pemerintah pun ikut menyiapkan anggaran dari APBN untuk membangun Infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut,” kata dia.

Adapun target pembangunan infrastruktur ini selesai pada 2022 mendatang. Oleh karenanya, Ismail mengaku perlu kerja sama dan bantuan dari operator seluler untuk meningkatkan kapasitas mereka.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah 3T ini belum menikmati sinyal telekomunikasi. Semoga bisa diselesaikan dan mereka bisa merasakan merdeka sinyal,” kata dia.

Selain itu, wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan membuat infrastruktur TIK saja tidak cukup. Karena itu, pemerintah pun melengkapi sarana TIK dengan satelit. “Pada 2023 mendatang kami akan meluncurkan satelit multifungsi, Satelit Satria,” tambah dia.

Dengan diluncurkannya satelit ini, ke depannya tidak ada lagi blind spot meski di tengan lautan. Karena itu, kolaborasi dengan operator seluler pun akan sangat membantu. “Saling melengkapi, satelit ini modelnya adalah internet broadband, jadi di pantai masih pakai jaringan seluler nanti di tengah laut pakai satelit,” kata dia lagi.

Karena itu, Ismail berharap dibukanya akses jaringan internet seluas-luasnya hingga ke daerah 3T amat penting. Namun, setelahnya pemanfaatan internet jauh lebih penting. Pemerintah pun berharap agar internet nanti yang sudah dirasakan bisa dimanfaatkan menjadi hal-hal yang produktif.

“Jangan justru dapat ­sinyal dan koneksi malah dimanfaatkan ke hal-hal negatif. Saya berharap semua masyarakat bisa menggunakan internet secara bijak sehat dan aman. Itu harapan kita,” lanjut dia. (Gan/S2-25)

BERITA TERKAIT