27 November 2021, 20:30 WIB

Anggota PGRI Diharapkan Menjadi Pelopor Perubahan


Widhoroso |

PANDEMI Covid-19 memunculkan dampak di berbagai bidang termasuk dunia pendidikan. Pandemi membuat sistem pendidikan berubah dan menuntut para guru atau pengajar untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof Unifah Rosyidi mengatakan pandemi Covid-19 telah melahirkan kegairahan baru para guru untuk saling belajar. "PGRI memfasilitasi jutaan guru untuk terkoneksi dan saling belajar dan membelajarkan dalam berbagai kegiatan," jelas Unifah dalam acara HUT ke-76 PGRI, Sabtu (27/11).

PGRI, jelas Unifah, memandang pandemi Covid-19 sebagai turning point (titik balik) bagi dengan menjadikan disrupsi teknologi sebagai kekuatan untuk mengubah arah dan strategi perjuangan organisasi dalam meningkatkan martabat dan muruah anggota dan organisasi. "Pandemi melahirkan kegairahan baru bagi guru untuk saling belajar," jelasnya Unifah.

Menurutnya, inovasi teknologi pembelajaran sudah menjadi bagian kehidupan saat ini. "PGRI menjadi pelopor lahirnya guru era baru dimana belajar dan pelatihan tidak hanya dimonopoli mereka yang ada di perkotaan, tetapi juga akses bagi semua," jelas Unifah.

Lebih jauh, Unifah mengajak anggota PGRI di semua tingkatan menyambut era baru ini untuk serentak menjadi pelopor perubahan. "Kami membuka ruang terbuka bagi guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk terus berkarya dan mengabdi dalam naungan PGRI," jelasnya.

Ditambahkan Lembaga Kajian, PSLCC, APKS, Perempuan PGRI, Lembaga Pendidikan, LKBH, DKGI adalah ruang pengabdian yang mengajak guru-guru memberikan yang terbaik bagi pendidikan Indonesia. "Kami mohon dukungan program Lingkar Belajar Guru (Teachers Learning Cricle) dukungan PGRI EI Consortium Project, menjadi kekuatan riil di akar rumput sebagai jejaring komunitas belajar guru-guru Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo secara daring mengucapkan selamat hari ulang kepada PGRI dan sekaligus Hari Guru Nasional kepada seluruh guru di seluruh pelosok negeri. Presiden menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasi para guru di seluruh Indonesia.

Para guru, jelas Jokowi, tetap bersemangat mendidik para siswa agar pembelajaran tetap berlangsung selama pandemi melanda. "Pandemi telah menguji ketangguhan semuanya, termasuk para guru. Pandemi menantang   guru untuk kreatif dan inovatif menciptakan terobosan di tengah keterbatasan sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga," jelas Presiden.

Presiden juga meminta mengoptimalkan penggunaan teknologi agar dapat dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka yang telah dilakukan. "Saya mengharapkan semua sekolah merancang sistem pembelajaran yang efektif, merancang hybrid learning, metode pembelajaran yang menggunakan kombinasi antara luring dan daring," ungkap Presiden.

Sedangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasinya terhadap PGRI. Menurutnya, sejak pertama terbentuk, PGRI menjadi rumah bagi guru-guru di seluruh penjuru negeri untuk belajar dan mengembangkan diri.

"Perkembangan zaman menuntut guru-guru untuk tidak hanya mengabdi tapi juga mampu menajalankan tugasnya secara profesional. Dan PGRI telah menjadi organisai profesi guru yang mendorong lahirnya generasi pendidik yang unggul dan tangguh," jelas Nadiem. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT