26 November 2021, 17:30 WIB

Aktivis Peduli Ciliwung dan Bantar Gebang Raih Award4Change 2021


mediaindonesia.com | Humaniora

MENUTUP rangkaian acara ulang tahun ke-7, PT Wasteforchange Alam Indonesia (Waste4Change) menyelenggarakan ajang penghargaan “Award4Change 2021” sebagai apresiasi terhadap penerapan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab oleh perusahaan-perusahaan dan institusi pemerintahan.

Pada ajang ini, Waste4Change juga memberikan penghargaan lifetime achievement bagi dua tokoh inspirasi persampahan di Indonesia.

Award4Change 2021 dihadiri Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  Novrizal Tahar, Managing Director Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano, President of IBCSD Shinta Kamdani, Chairman of MVB Alistair Speirs, Aktivis Komunitas Peduli Ciliwung Suparno Jumar, Pendiri The BGBJ Bantar Gebang Resa Boenard, serta penerima penghargaan dari perusahaan-perusahaan, organisasi dan institusi persampahan.

Award4Change adalah acara tahunan yang diadakan oleh Waste4Change sebagai bentuk penghargaan terhadap klien, mitra, dan partner baik dari sektor swasta dan pemerintahan.

Ada 10 kategori apresiasi dengan total 27 penerima award yang dibagikan tahun ini, yaitu: Most Zero-Waste to Landfill, Most Reduce-Waste to Landfill, Most Responsible Brand, Local Initiator of the Year, Community Empowerment Project Highlight, Eco-Tourism Project Highlight, Research Project Highlight, Low-Value Plastic Collection Project Highlight, Best Recycling Partner, Great Collaboration, dan kategori lifetime achievement Waste Warrior.

"Melalui kegiatan Award4Change 2021 ini, kami memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah melakukan upaya terbaiknya dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab," kata Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano yang akrab disapa Sano dalam keterangan pers, Jumat (26/11).  

"Mulai dari memastikan rantai pasok berjalan optimal di setiap tahap untuk meminimalisir timbulan limbah, penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk meningkatkan nilai daur ulang, hingga memastikan mitra dan konsumen turut terlibat dalam pengurangan dan pengelolaan sampah," tutur Sano.

“Di usia yang ke-7 ini, Waste4Change telah mengelola sebanyak 8.424 ton sampah. Layanan pengangkutan sampah kami telah menjangkau 2.828 KK di dua kawasan perumahan serta 68 perusahaan klien di 114 titik lokasi," jelasnya.

Waste4Change juga telah menjalankan 227 proyek pendampingan komunitas, riset, dan pelatihan manajemen sampah, dengan total 514.306 orang penerima manfaat langsung yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Itu semua bisa kami capai tidak lain karena dukungan dari klien, mitra, partner, dan para penggiat solusi isu persampahan yang terus berjuang bersama kami,” terang Sano.

Waste Warrior Indonesia: Suparno Jumar dan Resa Boenard

Waste4Change memberikan penghargaan lifetime achievement Waste Warrior terhadap dua tokoh yang berdedikasi menjaga lingkungan bersih dari sampah serta mengembangkan komunitas persampahan.

Penghargaan ini diberikan kepada Suparno Jumar sebagai aktivis dari Komunitas Peduli Ciliwung, dan Resa Boenard sebagai Pendiri dari The BGBJ, yang aktif memberikan edukasi manajemen sampah dan keterampilan bahasa bagi anak-anak yang tinggal di sekitar TPST Bantar Gebang.

Suparno Jumar bergabung dengan Komunitas Peduli Ciliwung Bogor pada 2015 sebagai relawan. Beliau meninggalkan pekerjaannya untuk sepenuhnya menjadi seorang relawan River Defender atau penjaga sungai.

Bersama anggota Komunitas Peduli Ciliwung, hingga saat ini Bapak Suparno Jumar masih aktif membersihkan sungai serta tak lelah mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan dari sampah-sampah.

"Apapun yang disematkan kepada saya mewakili Komunitas Peduli Ciliwung Kota Bogor, mudah-mudahan menjadi suntikan (semangat) baru bahwa ada banyak hal yang bisa kita kontribusikan pada alam semesta, terutama dari apa yang bisa kita lakukan di wilayah kita masing-masing," ucap Suparno Jumar, aktivis Kali Ciliwung.

Resa Boenard menyaksikan Bantar Gebang yang awalnya hamparan sawah berubah menjadi gunung sampah.

Tak ingin masa depan anak-anak Bantar Gebang terhalang efek negatif sosial akibat lingkungan yang kurang sehat, Resa Boenard mendirikan sanggar edukasi anak BGBJ (bijibiji) yang artinya Bantar Gebang Biji.

Filosofinya anak-anak adalah biji yang nantinya bisa tumbuh di mana saja menjadi pohon yang kuat dan bermanfaat bagi orang lain.

"Saya tidak menyangka akan mendapat award ini. Melihat video kami diputar, rasanya saya mau menangis, karena tahun ini memang tahun yang berat bagi saya dan BGBJ," ucapnya.

" Saya berharap (akan ada semakin) banyak para pegiat sampah, serta sistem persampahan Indonesia menjadi lebih baik sehingga kita tidak harus menyaksikan kampung-kampung yang bagus dan indah menjadi fasilitas pengelolaan sampah," jelas Resa Boenard sebagai pendiri The Kingdom of BGBJ Bantar Gebang.

"Saya berharap ajang ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi pelaku bisnis dan institusi lainnya untuk turut menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab," ujar Sano.

"Saya dan jajaran manajemen Waste4Change juga berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta aktif membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung terwujudnya Indonesia yang bersih dan bebas sampah," ucap Sano menutup perhelatan Award4Change 2021. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT