25 November 2021, 23:20 WIB

Universitas Islam Bandung Bertekad Setiap Tahun Lahirkan Dua Guru Besar


Bayu Anggoro | Humaniora


PERGURUAN tinggi diharapkan mampu memberikan ilmu dan pengetahuan baru kepada masyarakat. Hal itu bisa dilakukan secara berkelanjutan tanpa batas waktu tertentu, setidaknya setiap tahun.

Rektor Universitas Islam Bandung Prof Edi Setiadi mengatakan tantangan
tersebut harus dilakukan perguruan tinggi, salah satunya dengan aktif
melahirkan guru besar setiap tahun. Adanya guru besar mempunyai relevansi membawa perubahan yang berkemajuan bagi negara khususnya kampus itu sendiri.

Dia pun menargetkan setiap tahun kampus yang dipimpinnya setidaknya mampu melahirkan dua guru besar. "Unisba menargetkan dalam satu tahun bisa punya dua guru besar. Sekarang sudah ada 10 yang diproses di Dikti, tinggal nunggu SK. Insya Allah ini akan mengangkat profil Unisba juga. Peningkatan jumlah guru besar mempunyai dimensi institusional," katanya di Bandung, Kamis (25/11).

Dia menambahkan, guru besar ini dapat meningkatkan peran Unisba dalam
peningkatan kualitas hidup melalui berbagai aktivitas tri dharma
perguruan tinggi yang membawa manfaat yang besar. Nantinya, guru besar yang dikukuhkan bisa setiap saat berkelana dalam menyampaikan ilmunya kepada masyarakat.

Unisba, kata dia, pada Senin (15/11) sudah mendapat dua guru besar baru, yakni Prof Atih Rohaeti Dariah, yang menjabat Wakil Rektor II Unisba bidang Ekonomi Pembangunan dan Prof A Harits Nu'man, Wakil Rektor I Unisba bidang Teknik Industri.

Keduanya memaparkan orasi ilmiah dengan tema Inspirasi nilai nilai Islam dalam pencapaian SDGs yang disampaikan oleh Prof Atih
dan Strategi Pengembangan Industri Halal Pada Era Industri 4.0 yang
disampaikan oleh Prof Harits.

"Saya harap kedua guru besar yang baru dilantik ini menjadi insan
akademik yang memberikan arah, pencetus awal atau trend setter di bidang akademik," katanya.

Lebih lanjut, di usia ke 63 Unisba, Edi mengajak sivitas akademika Unisba untuk bersama-sama merenungkan kembali cita-cita pendiri Unisba dengan tujuan mulianya yaitu mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan umat.

"Semangat ini harus tetap dijaga dengan seksama. Kini Unisba
menyongsong rekognisi Asia, paling tidak dalam satu aspek," katanya.

Menurut dia, beragam inisiatif dan usaha dapat dilakukan dengan
melibatkan semua unsur sivitas akademika, mulai dari pertukaran
mahasiswa, hingga menerima mahasiswa asing untuk belajar di Unisba.

"Juga memasarkan dosen Unisba untuk menjadi dosen tamu di perguruan tinggi asing atau mendatangkan dosen asing untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswa Unisba," kata dia. (N-2)

BERITA TERKAIT