25 November 2021, 12:35 WIB

Unpad Antar 6 Alumni yang Diangkat sebagai Duta Besar


Naviandri | Humaniora

 

REKTOR Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Prof Rina Indiastuti, berharap enam alumni yang ditunjuk sebagai duta besar oleh Presiden Joko Widodo bisa memperluas jaringan di dunia internasional.
Langkah itu bisa membantu perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas di masa mendatang.

"Kami akan memperdalam kemitraan luar negeri termasuk menjalankan
program perkuliahan double degree atau pun joint program. Selain dengan
institusi pendidikan kami juga memperkuat kerja sama dengan industri,"
kata Rina, di sela-sela diskusi : IKA Unpad Mengantar Alumni Dubes RI, yang digelar secara virtual, Rabu (24/11) malam.

Rina menambahkan, dalam menjalin kemitraan di luar negeri, Unpad
menggandeng sejumlah pihak termasuk dengan para alumni yang bertugas
sebagai diplomat maupun duta besar.

Pada kesempatan tersebut Rina juga mengapresiasi acara diskusi yang menghadirkan enam dubes baru alumni Unpad.

"Para dubes yang akan bertugas di luar negeri berperan penting dalam
menjembatani dan membantu Unpad untuk memperkuat jejaring internasional," tambahnya.
 
Dia juga berharap agar para alumni di mana pun berada bisa kembali ke
kampus untuk sama-sama mengembangkan almamater.

Adapun ke enam alumni Unpad yang akan bertugas sebagai dubes ialah  
Bebeb AK Djundjunan yang menjabat Dubes RI untuk Republik Yunani, Damos
Dumoli Agusman sebagai Dubes RI untuk Republik Austria merangkap
Republik Slovenia, UN Offices at Vienna. Febrian Ruddyard sebagai Dubes
RI untuk PBB, WTO, organisasi-organisasi internasional lainnya di
Jenewa, Heru Subolo sebagai Dubes RI untuk Republik Rakyat Bangladesh
merangkap Republik Demokratik Federal Nepal. Okto Dorinus Manik sebagai
Dubes RI untuk Republik Timor-Leste dan Tatang Budie Utama Razak sebagai Dubes RI untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis.

Ketua Umum IKA Unpad Irawati Hermawan mengungkapkan, pihaknya sangat
berhadap para dubes yang akan bertugas mewakili negara bisa semakin
menghubungkan Unpad dengan dunia luar. Di samping itu, juga ingin agar
ke depan IKA Unpad memiliki pengurus di luar negeri untuk memperluas
jaringan global.

"Kita ingin ada pengurus luar negeri sebanyak mungkin, sekarang baru ada di New York. Melalui para dubes ini saya ingin dukungan untuk
mewujudkannya. Saya senang bisa turut mengantar para senior Unpad yang
menjadi dubes untuk bertugas," ujarnya.

Sementara itu, Bebeb AK Djundjunan yang mendapat amanah sebagai Dubes RI untuk Republik Yunani bertekad dirinya juga akan melanjutkan program
internasionalisasi Unpad yang masih harus terus didukung agar tidak
tertinggal dari yang lain. "Saat ini dan ke depan keterjangkauan secara
global menjadi keharusan sehingga hubungan dengan alumni dan pendataan
alumni harus diperkuat."

Menurut dia, isu gobal itu sangat penting. "Hanya saja jangkauan kita kurang untuk menuju tahap internasionalisasi. Ada beberapa hal yang harus  diperbaiki. Di antaranya bisa melalui platform digital, termasuk dalam pendataan alumni."

Sementara itu, Tatang Budie Utama Razak mengungkapkan, saat ini adalah waktunya untuk memanfaatkan kompetensi-kompetensi yang dimiliki setiap individu dari alumni. Selain itu, penting juga untuk menyatukan alumni agar memberikan kontribusi bagi kampus.

Dalam diskusi yang digelar IKA Unpad, juga dihadiri oleh sejumlah dubes alumni Unpad yang sedang bertugas di sejumlah negara, di antaranya Dubes RI untuk Belanda Mayerfas dan Duta Besar RI untuk Serbia dan Montenegro, Mochammad Widya Chandra Yudha serta Sekjen Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan. (N-2)

BERITA TERKAIT