25 November 2021, 06:00 WIB

Danone Indonesia Bersama LP Ma’arif NU Gelar Edukasi Gizi untuk Remaja


Abdillah Muhammad Marzuqi | Humaniora

Kecukupan gizi pada remaja sangatlah penting untuk memastikan remaja menjadi generasi penerus bangsa. Hal itu melatarbelakangi kolaborasi Danone Indonesia dengan LP Ma’arif dalam penguatan pengetahuan dan kesadaran pada isu kesehatan dan gizi sejalan dengan panduan Gesid.

Koordinator Substansi Potensi Sumber Daya Promosi Kesehatan Kemenkes Bambang Purwanto menjelaskan tantangan kesehatan di Indonesia adalah triple burden of malnutrition seperti kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan kekurangan zat gizi mikro dengan anemia.

"Di sisi lain, promosi kesehatan yaitu proses untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan menginformasikan, memengaruhi, dan membantu masyarakat agar berperan aktif untuk mendukung perubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju derajat kesehatan yang optimal juga menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Bambang.

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan buku panduan Gesid berbicara mengenai tiga pilar utama bagi para remaja, yaitu aku peduli, aku sehat, dan aku bertanggung jawab. Ketiga pilar itu tidak hanya mengajarkan tentang komposisi makan yang dapat memenuhi kecukupan gizi para remaja, tetapi juga pengaruhnya di masa mendatang.

"Program Gesid ini akan diimplementasikan di sekolah-sekolah dan madrasah melalui kerjasama dengan LP Ma’arif NU PBNU. Sebagai lembaga pendidikan yang menaungi sekolah dan madrasah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK," ungkap Vera.

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’rif NU PBNU Z Arifin Junaidi menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia menilai kerja sama itu mendatangkan beberapa manfaat seperti peningkatan pengetahuan gizi bagi insan pendidikan Ma’arif NU dan bisa menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi pada remaja, serta bisa mendorong kebijakan pemerintah untuk lebih peduli pada gizi dan kesehatan remaja.

"Kami berharap melalui sosialisasi ini, dapat terjadi perubahan sikap dan perilaku yang positif di sekolah dan madrasah untuk SDM Indonesia yang sehat, berkarakter, berdaya saing tinggi, dan memiliki produktivitas yang membanggakan demi terciptanya generasi emas Indonesia," terang Arifin.

Ia menambahkan, karena begitu besarnya jumlah satuan pendidikan yang ada di lingkungan lembaga pendidikan maarif NU, maka lembaga pendidikan maarif NU menetapkan bahwa skema dari program ini bersifat berkesinambungan. Saat ini, program kolaborasi itu akan dijalankan di 3 Kabupaten dengan 40 sekolah, 80 guru dan 400 kader Gesid. Ke depannya agar bisa menjangkau 21.045 satuan pendidikan di bawah LP Ma’arif NU yang tersebar di seluruh Indonesia. (OL-12)

BERITA TERKAIT