24 November 2021, 22:20 WIB

SDM Unggul Harus Dipersiapkan untuk Hadapi Era Emas 2045


mediaindonesia.com | Humaniora

PENDIRI Institute of Social Economic Digital (ISED) Rudiantara mengatakan, bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada 2030. Hal ini penting untuk diantisipasi karena Indonesia akan memasuki era emas pada 2045.

"Menuju era tersebut diperlukan banyak persiapan terutama sumber daya manusia yang unggul dan mumpuni serta kreatif," kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Wali Kota Medan Keluarkan Perintah Antisipasi Banjir

Menurut dia, bonus demografi haruslah dimanfaatkan dengan melahirkan sumber daya yang produktif. "Ada negara yang menjadikan pertumbuhan populasi sebagai strategi perkembangan negaranya," ucap dia.

Pada 2030, kebutuhan sumber daya manusia di sektor digital mencapai sembilan juta orang guna mengisi berbagai kategori keahlian mulai dari yang dasar, menengah, hingga tinggi.

Dalam kategori dasar, sumber daya manusia harus diajarkan menggunakan teknologi secara bijak agar terhindar dari hal negatif.

Untuk kategori menengah, pemerintah harus membuat program pelatihan agar masyarakat mampu adaptif terhadap perkembangan teknologi 4.0.

"Terakhir, pemerintah harus bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dunia untuk menata digital," imbuhnya.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menuturkan, pihaknya membuat Kampus Merdeka Platinum di mana salah satu programnya adalah magang bersertifikat untuk menghasilkan SDM unggul. 

“Ada 120 perusahaan yang mengampu program MSID untuk 13 ribu mahasiwa. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar langsung. Ada jaminan 20 SKS sehingga mereka tidak kehilangan SKS di kampus,” kata Nadiem.

Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan YB Satya Sananugraha sepakat bahwa diperlukan persiapan sumber daya manusia unggul untuk menghadapi era emas.

"Persiapan itu sejak 1.000 hari pertama kehidupan manusia mulai dari mengurangi stunting (kekerdilan) dan angka kematian ibu," terang dia.

Tidak hanya itu, perlu adanya bimbingan perkawinan, menciptakan keluarga yang baik dari kesehatan reproduksi, rencana keluarga, dan kesehatan ekonomi.

Menurut Satya, dari semua persiapan itu harapannya lahir anak dan keluarga sehat. (Ant/A-3)

BERITA TERKAIT