23 November 2021, 20:34 WIB

Mitigasi Banjir di Belanda bisa Jadi Pelajaran bagi Indonesia 


Faustinus Nua | Humaniora

BELANDA merupakan negara Eropa Barat yang sangat berisiko tinggi tejadi bencana banjir maupun banjir bandang. Sebab, 60% datarannya berada di bawah permukaan laut sehingga negara itu mempunyai nama asli Koninkrijk der Nederlande yang berarti negeri berdaratan rendah. 

Meski berada di dataran rendah, ternyata Belanda menjadi salah satu negara yang mampu mengendalikan bencana banjir. Negara itu jarang dilanda banjir lantaran manajemen air yang unggul dengan berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologinya. 

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan, keberhasilan Belanda dalam meminimalisir banjir di Eropa Barat yaitu di Jerman, Belgia dan Belanda tanpa korban jiwa pada Juli 2021 merupakan best practices. Banjir bandang belum pernah terjadi selama 100 tahun terakhir di negara yang terkenal akan kincir anginnya itu. 

"Beberapa catatan yang bisa kita pelajari dari Belanda yaitu bagaimana bisa melakukan kebijakan mengorganisasi suatu water management dalam suatu kementerian yang sama. Sepeti di Belanda ada kementerian yang bersifat mengurusi masalah tata ruang, transportasi dan perumahan itu menjadi satu kesatuan di mana kebijakan itu menjadi satu, kalau ada kegiatan water management bisa dikelola bersama," ujarnya dalam Seminar Ambassador Talk 2021 bersama Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambertus Christiaan Grijns, Selasa (23/11). 

Baca juga : RI Minta Dukungan Banyak Negara Setop Perdagangan Merkuri Ilegal 

Menurutnya, Indonesia juga perlu belajar dari Belanda terkait pembiayaan atas water management. Bagaimana cost benefit yang saat ini sedang dianalisis untuk penbiayaan jangka panjang sebagai salah satu bentuk investasi untuk mengurangi bencana di Tanah Air. 

Kemudian inovasi-inovasi multi-purpose seperti inovasi room for the river menjadi contoh baik untuk diterapkan di Indonesia juga. Pengelolaan air tidak hanya untuk mengendalikan banjir tetapi sekaligus mendatangkan nilai ekonomi. 

"Ini saya rasa pembelajaran dari Belanda bisa kita lihat bahwa mekanisme desain dalam suatu perkotaan bisa dilihat dari fungsi dari environment itu sendiri terkait dengan tata ruang terkait water planning and spacial planning dan juga didukung oleh community planning," imbuhnya. 

Keberhasilan Belanda bisa menjadi salah satu upaya meningkatkan strategi tata ruang perencanaan yang bersifat jangka panjang untuk mengantisiapasi pengurangan risiko bencana sebelum terjadinya banjir-banjir bandang maupun juga tanah longsor. (OL-7)

BERITA TERKAIT