23 November 2021, 19:34 WIB

Kemenkes : Belum Ada Vaksin Booster Berbayar yang Beredar 


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MESKIPUN Pemerintah membuka opsi memperluas cakupan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster dengan menambah sasaran di luar tenaga kesehatan. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, pihaknya menyiapkan skenario vaksin penguat dosis ketiga sebagai upaya untuk mencegah penularan dan angka kematian pada kelompok yang rentan terpapar covid-19. 

Namun, demikian fokus cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua masih menjadi prioritas. 

"Kita masih fokus untuk penyelesaian vaksiansi dosis 1 dan dosis 2," kata Nadia kepada Media Indonesia Selasa (23/11). 

Terkait adanya kabar karyawan perusahaan pariwisata mendapatkan vaksin booster berbayar Rp300 ribu. Menurutnya, belum ada vaksin booster berbayar untuk umum sejauh ini. 

"Belum ada (berbayar) ya sampai saat ini," sebutnya. 

Namun demikian negara-negara maju yang sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga cenderung memiliki ketersediaan vaksin. Sementara negara dengan pendapatan rendah dan menengah masih harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dosis vaksin bagi penduduknya. 

"Jadi ini yang kemudian mengapa pemerintah walaupun kami sudah membuat skenario, tapi itu akan kami lakukan kalau sasaran vaksinasi kita dosis pertama ini dan lansia sudah mencapai 60% sampai 70%," paparnya 

Baca juga ; Menparekraf: Mobil Vaksin Keliling Kolaborasi Dukung Vaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan mencatat cakupan vaksinasi dosis pertama bagi lansia baru mencapai 44% atau 9,5 juta orang. Padahal kelompok lansia merupakan masyarakat yang rentan jatuh sakit hingga menyebabkan kematian apabila terinfeksi covid-19. 

Rencana vaksin dosis ketiga akan dilakukan pada Januari atau Februari 2022. Setelah prioritas untuk tenaga kesehatan dan lansia, selanjutnya vaksin dosis ketiga akan diberikan opsi kepada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan masyarakat umum. 

Kementerian Kesehatan masih menunggu kajian lebih lanjut dari para ahli mengenai vaksinasi dosis ketiga terkait pelaksanaannya. 

"Karena belum ada kajiannya, kapan kami memberikan vaksinasi, apakah setelah enam bulan penyuntikan, ataukah tiga bulan ini yang kita tunggu dari para ahli untuk melaksanakan vaksinasi booster dosis ketiga ini," lanjut Nadia. 

Diketahui perkembangan program vaksinasi nasional saat ini telah mencapai 40% populasi yang menerima dosis kedua secara nasional. Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito menekankan bahwa capaian ini telah melampaui target yang ditentukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO).  

"Pemerintah mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program vaksinasi dan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan vaksinasi dosis kedua sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari penularan covid-19," jelas Wiku .  

Ia mengingatkan, bagi masyarakat yang belum menerima vaksin dosis kedua, agar segera mengaksesnya. Dan bagi mereka yang sudah menerima dosis kedua agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam segala aktivitas yang dilakukan. (OL-7)

BERITA TERKAIT