23 November 2021, 06:00 WIB

Mendekatkan Teknologi Nano Industri Kosmetik kepada Pelajar


Triati Dewi Kencana Wungu, PH.D Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung | Humaniora

SEIRING perkembangan zaman, industri kosmetik dan perawatan tubuh tidak hanya menyasar kaum hawa, tapi juga untuk pria dan anak-anak. Hal ini menjelaskan bahwa kosmetik sudah menjadi gaya hidup yang tidak terpisahkan, baik bagi pria maupun wanita sehingga pengetahuan terhadap pemanfaatan teknologi nano dalam produk kosmetik dan perawatan tubuh perlu dipahami oleh para penggunanya.

Berdasarkan hal itu pula, Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN) Institut Teknologi Bandung (ITB) beberapa waktu lalu menggelar webinar nanoteknologi dalam bidang kosmetik. Webinar Nanoteens 2021 yang berlangsung 8 Juli 2021 itu ditujukan untuk siswa/i SMP dan SMA melalui platform Zoom.

Sejumlah pakar ITB dari berbagai bidang dihadirkan dalam kegiatan ini, di antaranya ialah Prof Heni Rachmawati, Dr Amirah Adlia (bidang farmasi), Dr Fitria Dwi Ayuningtyas (bidang bioteknologi), dan Dr Damar Rastri Adhika, Dr Adhitya Gandaryus Saputro, serta Dr Fahdzi Muttaqien (teknologi nano). Kegiatan ini sebagai langkah nyata PPNN ITB dalam memperkenalkan dan memperluas pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi nano, khususnya di industri kosmetik. Meskipun kegiatan nanoteens ditujukan untuk siswa/i SMP dan SMA, beberapa partisipan juga berasal dari kalangan mahasiswa.

Teknologi nano ialah aplikasi teknologi yang berfokus pada material dan fungsi berukuran nanometer (1×10−9 m). Adanya teknologi nano merupakan terobosan dalam dunia IPTEKS karena dapat menghadirkan solusi teknologi yang lebih detail dan terperinci. Walaupun membahas teknologi nano dan aplikasinya dalam bidang kosmetik, webinar ini menggunakan bahasa yang ringan dan ilustrasi yang sederhana sehingga cenderung mudah dimengerti untuk usia SMP dan SMA.

Webinar ini terdiri atas empat tema besar berkaitan dengan aplikasi nanoteknologi pada bidang kosmetik. Tema besar itu meliputi pengenalan nanokosmetik, eksosom sebagai potensi nanokosmetik, efektivitas dan toksisitas, sun protector factor (SPF), serta aplikasi nanoteknologi dalam bidang kosmetik, kesehatan, dan biomedis. Penjelasan setiap tema dilakukan dengan pemberian contoh kasus sehingga partisipan dapat membayangkan pengaplikasan materi walaupun tidak melakukan praktik langsung, seperti kegiatan nanoteens pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam paparan yang disampaikan oleh para narasumber, disebutkan bahwa berbagai jenis bahan nano yang digunakan dalam kosmetik ialah nanosom, liposom, fullerene, hingga nanopartikel lipid padat. Beberapa produk kosmetik, seperti tabir surya dibuat dari bahan berbasis mineral dan kinerjanya bergantung pada ukuran partikel.

Dalam produk tabir surya, titanium dioksida dan sengoksida, dalam kisaran ukuran 20 nm, digunakan sebagai filter UV pada kulit. Partikel nano tersebut dapat berpenetrasi ke bagian lebih dalam dari lapisan kulit dan dapat membantu senyawa aktif mencapai sel tempat senyawa beraksi.

Namun, dalam pembuatan produk yang mengandung bahan aktif partikel nano, termasuk nanokostmetik, perlu diawali dengan berbagai studi dan pengujian. Beberapa pengujian itu dilakukan untuk menentukan ketepatan dosis, batas aman, serta pengaruh penggunaan partikel nano pada manusia dan lingkungan. Hal ini penting dilakukan karena belum banyak literatur acuan, baik dari dalam maupun luar negeri, terkait keamanan produk yang mengandung partikel nano.

 

Eksosom

Materi lain yang disampaikan dalam acara webinar ini ialah tentang potensi nanopartikel alami yang disekresikan oleh sel, dikenal dengan nama eksosom. Dalam perkembangan riset bioteknologi, eksosom mulai diteliti karena dinilai memiliki potensi besar untuk aplikasi di bidang kesehatan, salah satunya untuk kesehatan kulit.

Eksosom yang merupakan nanovesikular partikel membawa berbagai protein, materi genetik dan faktor pertumbuhan yang berfungsi meningkatkan regenerasi sel dan jaringan yang rusak. Dengan potensi tersebut, eksosom kini mulai dikembangkan untuk penelitian dan aplikasi di bidang nanokosmetik. Partikel ini dinilai menjanjiikan untuk menjadi kosmetik di masa depan.

Selain menjelaskan aplikasi nanoteknologi dalam bidang kosmetik dan kesehatan, pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa nanoteknologi merupakan bidang ilmu yang multidisiplin, yang aplikasinya sangat luas. Misalnya, dalam bidang elektronik, agrikultur, energi, bahkan nanoteknologi telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari.

Webinar Nanoteens 2021 ini juga memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan serta penelitian dan pengembangan teknologi yang dilakukan oleh para peneliti PPNN ITB; di antaranya ialah produk yang mendukung penanganan pandemi covid-19, yaitu hand sanitizer dan hand gel. PNN ITB telah memiliki paten metode dan produk yang sudah terdaftar di Ditjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM. Produk lainnya yang juga sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari adalah home ultrafilter (filter rumah antibakteri), alat pengatur pematangan buah, hingga Geopore (Geopolimer porous/jalan berpori). (M-1)

 

BERITA TERKAIT