20 November 2021, 12:20 WIB

Soal Ibadah Haji, Pemerintah Terus Lakukan Lobi ke Kerajaan Saudi


Faustinus Nua | Humaniora

PEMERINTAH Indonesia terus memperjuangkan formula terbaik dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah tahun 2022 nanti. Setelah vakum selam 2 tahun, kini di saat pandemi melandai, lobi terhadap Kerajaan Saudi masih dilakukan Kementerian Agama.

Sejumlah syarat seperti vaksin memang sudah bisa diterima Saudi setelah Sinovac diakui negara Arab tersebut. Selanjutnya, terkait vaksin booster yang semula diwajibkan bagi jemaah yang masuk ke Saudi kini mulai ada pelonggaran. Pihak kerajaan mewajibkan karantina seperti yang dilakukan hampir semua negara di masa pandemi.

Direktur Jendral Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan bahwa saat ini diskusi masih terus dilakukan. Dalam beberapa hari ke depan akan ada keputusan atau pengumuman resmi terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi jemaah Indonesia. "Ini masih didiskusikan dengan pemerintah Saudi, baru dua hari ke depan ya bisa kabari," ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (20/11).

"Vaksin Insya Allah akan ada pengumuman resmi Saudi udah mengakui sinovac. Dan seperti negara kita juga, orang datang dari LN harus karantina," imbuhnya.

Dia berharap dalam upaya pendekatan dengan pihak Saudi bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan jemaah Indonesia. Sebab, sudah 2 tahun para jemaah merindukan ibadah haji yang merupakan salah satu dari rukun Islam.

Selain itu, dengan tetap menjaga situasi pandemi di Tanah Air yang mulai melandai bisa menambahkan kekuatan lobi pemerintah. Sehingga, Indonesia bisa mendapat kepercayaan Saudi dan dunia internasional.(H-1)

BERITA TERKAIT