19 November 2021, 19:35 WIB

Mondelez Indonesia Ajak Siswa SD #BijakPlastikSejakDini


mediaindonesia.com | Humaniora

MENUMBUHKAN kesadaran akan pengendalian sampah plastik sejak dini merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena kesadaran bukanlah sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya melainkan dibutuhkan pengenalan dan pembiasaan.

Menyadari hal itu, Mondelez Indonesia menghadirkan inisiatif #BijakPlastikSejakDini guna menumbuhkan kesadaran lingkungan dan menginspirasi anak untuk bijak mengelola sampah plastik sejak dini, seperti kebiasaan untuk mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang sampah plastik.

Terlebih, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam indeks ketidakpedulian lingkungan hidup 2018 menyatakan, masih ada 72% masyarakat yang tidak peduli dengan sampah.

Dukungan serta apresiasi juga diberikan oleh Novrizal Tahar selaku Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Kami turut menyambut baik hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini. Semoga inisiatif ini bisa menjadi inspirasi, sekaligus motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat dan juga sektor swasta untuk mendukung target pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, sekaligus menghidupkan ekonomi sirkular di masyarakat," ujar Novrizal dalam keterangannya, Jumat (19/11).

Khrisma Fitriasari, Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia, menjelaskan, hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengendalian sampah plastik, sekaligus wujud nyata kontribusi #MondelezUntukIndonesia.

"Melalui inisiatif #BijakPlastikSejakDini, Mondelez Indonesia ingin memberi edukasi terkait nilai ekonomi dari sampah plastik dan pemanfaatannya sebagai barang berguna. Mondelez Indonesia berharap inisiatif ini dapat diikuti oleh para siswa, orang tua dan komunitas sekolah agar bersama-sama bijak mengelola sampah plastik untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan," jelas Khrisma.

Sebagai tahap awal, kegiatan ini dilakukan dengan menghadirkan Bank Sampah di dua sekolah dasar, yaitu SDN Duren Tiga 13 dan 14 di Jakarta Selatan dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, orangtua, hingga partisipasi karyawan Mondelez Indonesia. Sejak dimulai pada Februari 2021, bank sampah telah mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah plastik, yang kemudian didaur ulang menjadi berbagai furniture untuk sekolah.

Mondelez Indonesia menggandeng Kertabumi Recycling Center sebagai partner dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat bagi sekolah.

Ikbal Alexander selaku Founder dari Kertabumi Recycling Center menjelaskan, sistem pengendalian sampah plastik dengan pendekatan Bank Sampah merupakan salah satu cara yang paling mudah diterima oleh masyarakat, apalagi untuk meningkatkan partisipasi usia dini.


Baca juga: Ini Beda Perundungan dan Bercana, Menurut Psikolog


"Melalui pendekatan Bank Sampah, pengendalian sampah diterapkan dalam bentuk kerja sama saling menguntungkan, yang bisa memberikan manfaat sosial ekonomi,  dan pada akhirnya dapat mengurangi timbunan sampah," jelasnya.

Rangkaian kegiatan dari inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu membangun pemahaman, konsisten memberi dukungan, dan apresiasi atas pencapaian. Proses membangun pemahaman dilakukan melalui berbagai workshop yang diikuti oleh seluruh komponen sekolah. Juga dilakukan komunikasi secara bertahap kepada orang tua dan siswa, sehingga proses pengumpulan, penimbangan, dan pengolahan sampah plastik dapat berjalan.

Selain itu, siswa juga diberikan buku tabungan dari bank sampah sebagai motivasi tambahan agar lebih giat memilah sampah. Terakhir, apresiasi diberikan dalam bentuk hasil proses daur ulang sampah plastik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh siswa, seperti rak buku, meja, bangku, serta renovasi kantin, perpustakaan dan taman bacaan.

Terkait dengan pentingnya membangun kesadaran akan memilah sampah sejak dini, Psikolog dan Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima, menjelaskan, mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak memang cenderung lebih mudah daripada orang dewasa, karena masa tumbuh kembang adalah waktu terbaik untuk menstimulasi anak akan berbagai ilmu.

"Dengan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, tentunya akan memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika beranjak dewasa," ujar Saskhya.

Ia menambahkan bahwa pada dasarnya anak cenderung mempelajari hal baru dengan mengikuti kebiasaan yang sering mereka lihat. "Orangtua bisa memberikan pemahaman atau pengetahuan lewat berbagai macam media, seperti video, buku cerita, dan penjelasan praktis sesuai usia yang membantu mereka untuk lebih memahami  pentingnya bijak menggunakan plastik," imbuhnya.
 
Mondelez Indonesia sebagai bagian dari Mondelez International berkomitmen menerapkan sustainable business untuk berperan melestarikan lingkungan termasuk pengendalian sampah plastik. Secara global, Mondelez  International telah mengurangi sebanyak 65 ribu ton sampah plastik dengan melakukan berbagai inovasi pada kemasan produk, di antaranya mengurangi berat ataupun dimensi kemasan.

"Secara global, Mondelez International berkomitmen 100% menggunakan kemasan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang untuk produk-produknya seperti kemasan Oreo, cokelat Cadbury dan sebagainya pada 2025. Saat ini, sebanyak 94% kemasan produk-produk Mondelez  International telah menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang," tutup Khrisma. (RO/S-2)

 

BERITA TERKAIT