18 November 2021, 22:50 WIB

Antisipasi Learning Loss, kemendikbudristek Gelar Simposium Regional PTP 


Mediaindonesia.com |

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) selaku Instansi Pembina Teknis Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF–PTP) kembali menggelar Simposium Regional Pengembang Teknologi Pembelajaran Tahun 2021. 

Kegiatan yang digelar secara hibrida itu berlangsung pada 18-20 November 2021 di Jakarta dan dihadiri 120 peserta secara luring dengan prokes ketat, serta 400 peserta secara daring.  

Kegiatan yang mengusung tema Serentak Bergerak Berkolaborasi Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti  

Suharti mengatakan, saat ini teknologi di era Revolusi Industri 4.0 menawarkan cara yang efisien dan efektif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19, sehingga diperlukan rancangan model pembelajaran yang mendayagunakan teknologi Informasi dan Komunikatif (TIK) selama masa Pandemi. 

"Disinilah peran Instansi Pembina untuk terus mendorong agar para PTP dapat berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan sumber daya, sehingga senantiasa hadir sebagai solusi permasalahan pembelajaran melalui aspek teknologi," kata Suharti. 

Suharti yang pernah menjabat Kepala Biro Program Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kemendikbud mengingatkan, dampak pandemi covid 19 berdasarkan riset mengakibatkan learning loss. 

Untuk itu dia berharap para tenaga PTP dapat berperan dan berkontribusi mengurangi dampak learning loss ini. 

Baca juga : Ini Syarat untuk Bisa Dapat Beasiswa Kuliah di Tiongkok 

"Saya harapkan bapak dan ibu tenaga PTP dapat membantu kondisi ini . Kita jangan biarkan learning loss  berlanjut. Kita ingin para siswa kita tetap  mendapat pembelajaran yang baik di tengah pandemi ini," harap Suharti. 

Kepala Pusdatin Kemendikbudristek Hasan Chabibie menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk saling tukar pengetahuan, berbagi informasi, pengalaman, wawasan di antara para ahli dan praktisi terkait dengan perkembangan teknologi pembelajaran, hasil kajian, gagasan serta analisis di bidang pengembangan teknologi pembelajaran.  

"Simposium ini diharapkan dapat meningkatkan peran PTP dalam menyiapkan serta menghasilkan karya-karya inovatif khususnya di era pandemi dalam mewujudkan pembelajaran yang berdaya saing," kata Hasan Chabibie 

Dia mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 1.200 PTP, terdiri 677 PTP dari Kemendikbudristek dan 527 PTP dari luar Kemendikbudristek. Dia mengaku gembira karena kalangan PTP di luar kementeriannya telah berhasil pula mengembangkan ilmu TIK dari Pusdatin di kementerian masing masing juga dari kalangan Pemerintah Daerah.  

Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Utama sekaligus Koordinator Substansi Fasilitasi Pembinaan Jabatan Fungsioonal PTP, Pusdatin Kemendibudristek, Purwanto menyatakan, yang berbeda dari gelaran kali ini dibanding sebelumnya adalah kegiatan simposium digelar melalui dua ruang yaitu luring dan daring, serta diikuti tidak hanya PTP Kemendikbudristek, melainkan PTP dari lintas Kementerian sebanyak 61 Kementerian/Lembaga. 

Hadir juga peserta dari berbagai kalangan yaitu guru, dosen, peneliti, maupun stakeholder lainnya, pemerhati di bidang teknologi pembelajaran. Selain itu, acara ini menghadirkan narasumber dan pakar yang kompeten di bidang pengembangan SDM dan teknologi pembelajaran, seperti Director for the Institute of Educational Technology at The Open University UK Denise Wihtelock, Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat, dan lainnya (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT