14 November 2021, 17:38 WIB

RS Grha Permara Ibu Buka Pelayanan Kesehatan Haji dan Umrah


Faustinus Nua | Humaniora

INDONESIA tengah menanti kepastian dari Kerajaan Arab Saudi untuk untuk kembali membukan ibadah haji dan umrah. Sembari menanti, berbagai persiapan perlu dilakukan jemaah Indonesia mengingat ketatnya aturan yang diterapkan Arab Saudi.

Meski pandemi di Tanah Air mulai melandai, sejumlah syarat masih menjadi pertimbangan, khususnya terkait kesehatan. Lantas, RS Grha Permara Ibu Depok berkomitmen untuk menbantu para jemaah di tahun 2022 nanti dengan membuka pelayanan kesehatan haji dan umrah (Yankeshaju).

"Ini adalah layanan khusus yang kami sediakan bagi calon jemaah haji maupun umrah untuk mencapai kondisi istita’ah (mampu) secara fisik," ujar Direktur RS Grha Permata Ibu, dr Rona Mora, MARS dalam sambutannya di Lokakarya Pelayanan Kesehatan Paripurna untuk menggapai istita’ah jemaah haji dan umroh, Sabtu (13/11).

Baca juga: KTT COP26 Menghasilkan Pakta Iklim Glasgow

Ibadah haji merupakan rukun islam yang wajib ditunaikan bagi muslim yang mampu. Istilah mampu (istita’ah) bukan hanya merujuk pada kemampuan finansial semata, tetapi juga mampu secara fisik. Hal itulah yang melatarbelakangi RS Grha Permata Ibu untuk membantu melayani para jemaah setelah pelaksaan haji dan umrah vakum di dua tahun terkahir.

Dokter Rona menuturkan Yankeshaju menyediakan layanan konsultasi tentang kesehatan, Medical Check Up, vaksinasi untuk perjalanan internasional, seperti meningitis (buku kuning), influenza, covid-19, termasuk layanan pendampingan dan pemantauan jemaah di rumah (Home Care). "Dari semua yang kita sediakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan (endurance) fisik calon jemaah haji dan umrah, apalagi dalam masa pandemi yang belum berakhir ini," imbuhnya.

Dia menyarankan, idealnya calon jemaah haji datang ke RS Grha Permata Ibu untuk mengontrol kesiapan fisiknya. Minimal 9 bulan sebelum berangkat haji, dan satu bulan sebelum keberangkatan umrah. "Karena akan kita pantau tiap bulannya. Bila belum mencapai syarat istita’ah ada waktu bagi kita untuk melakukan terapi. Bila kondisinya sudah bagus, kita akan berikan latihan-latihan yang bertujuan menjaga kestabilan kondisi tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mangatakan bahwa layanan meningitis yang disediakan di RS Grha Permata Ibu berbeda dengan di tempat lain. Sebab Yankeshaju menyediakan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah secara menyeluruh, termasuk pembinaan kepada jamaah.

"Kita merasa bersyukur mulai hari ini tidak hanya pelayanan meningitis tetapi juga layanan kesehatan lainnya untuk calon jemaah haji dan umrah sudah dilaksanakan di RS Grha Permata Ibu Depok. Insya Allah layanan ini dibuka setiap hari kerja, termasuk hari Sabtu. Kami berharap pelayanan di sini memiliki keunggulan yang lebih tanpa mengurangi atau membebani masyarakat dalam hal pembiayaan," kata dia.

Adapun, dalam Lokakarya Yankeshaju tersebut turut hadir sebagai narasumber Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.KFR, MARS dari Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), Dr. Nur Arifin, MPd selaku Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, Dr. KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman ketua MUI Kota Depok, dr. H. Agoes Kooshartoro, SpPD, KKV (spesialis Penyakit Dalam RSGPI) serta ns. Sumedi, Skep, MKep PhD Sekjen FPKHI. (H-3)

BERITA TERKAIT