13 November 2021, 13:04 WIB

Gerakan Ciliwung Bersih Luncurkan Ekowisata dan Eduwisata di Sungai Ciliwung


mediaindonesia.com | Humaniora

DALAM rangka memeringati Hari Ciliwung 2021 yang bertema "Selamatkan Sungai dan Lestarikan Keanekaragaman Hayati", Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) memperkenalkan Ekowisata dan Eduwisata di sepanjang Sungai Ciliwung.

Masyarakat dan pelajar dapat berwisata di sungai sambil mempelajari seluk beluk sungai, sejarah sungai Ciliwung, upaya pelestarian sungai, biota, sungai dan sebagainya.

Peluncuran ini ditandai dengan peresmian Pintu Gerbang Jembatan Pantau dengan pengguntingan pita oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, Sigit Reliantoro yang didampingi perwakilan pemprov DKI Jakarta, Pam Jaya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Pembina Gerakan Ciliwung Bersih, GM Indonesia Power, dan Kelompok Peduli Ciliwung serta perwakilan perusahaan anggota GCB yang berlangsung di sekertariat GCB, Jalan Penjernihan, Karet Bivak Jakarta Pusat, Sabtu (13/11/2021).

Jakarta merupakan ibukota yang memiliki sungai dengan anak sungai terbanyak di Indonesia. Salah satunya adalah Sungai Ciliwung dengan panjang sekitar 120 km yang terbentang di tengah kota Jakarta.

Sejak dulu, Sungai Ciliwung memiliki peranan penting bagi masyarakat. Sayangnya, Sungai Ciliwung menerima perlakuan buruk masyarakat  yang menjadikan Sungai Ciliwung sebagai sungai dengan kategori terparah.

Bahkan sejak tahun 1976 hingga 2014 Sungai Ciliwung beberapa kali membanjiri Ibukota Indonesia hingga melumpuhkan perekonomian Jakarta. Upaya melestarikan dan mengembalikan kondisi Sungai Ciliwung terus dilakukan oleh berbagai pihak. 

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih  Ir. Peni Susanti Dipl. Est mengatakan,“Setelah 31 tahun, akhirnya upaya yang kami lakukan menunjukkan hasil yang sangat positif. "

"Mutu air Sungai Ciliwung telah mencapai level 2 yang artinya layak sebagai air minum, memungkinkan berkembangbiaknya biota air seperti ikan, udang dan lainnya," jelasnya pada keterangan pers, Sabtu (13/11).

"Perkembangan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan animo masyarakat agar peduli pada kelestarian Sungai Ciliwung. Inilah saatnya kami kenalkan wajah baru Sungai Ciliwung sebagai alternatif tujuan wisata di Jakarta sambil menimba ilmu tentang sungai, pelestarian sungai dan lingkungan sekitar sungai,” papar Peni. 

GCB didukung sekitar 36 Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan beberapa perusahaan seperti Indofood, Indonesia Power, PLN dan PAM Jaya telah mempersiapkan Sungai Ciliwung menjadi tempat belajar sekaligus menikmati wisata sungai.

Peni menjelaskan visi GCB adalah mewujudkan Wisata Sungai Ciliwung, memiliki sekolah sungai yang kompeten dan menjadi lembaga yang memiliki produk serta jasa bernilai tinggi dalam bidang pendidikan & pelatihan pelestarian sungai melalui Sekolah Sungai. Sebagai tujuan ekowisata dan eduwisata, ada beberapa titik lokasi wisata yang bisa dikunjungi masyarakat.

Di Sekertariat GCB yang terletak di Jl. Penjernihan, Karet Bivak, masyarakat bisa mempelajari sejarah sungai Ciliwung di Galeri Sungai Ciliwung, mempelajari pemilahan dan pengolahan sampah sungai dengan TOSS (Teknologi Olah Sampah Sungai) melalui metode peyeumisasi, susur sungai, memanen hasil hidroponik ventikultur sambil menikmati kopi di Kedai pinggir Sungai Ciliwung. 

Ketua KPC Pejaten H. Royani mengungkapkan,”Di Sekolah Sungai KPC Pejaten masyarakat bisa melihat hewan purba endemik dan langka yaitu Senggawangan / Bulus raksasa (Chitra Chitra javanensis) yang memiliki berat 300kg, hewan ini ditemukan pada 11 November 2011.

Tidak hanya itu para pengunjung juga dapat mempelajari budaya masyarakat sepanjang Sungai Ciliwung sekaligus menikmati makanan dan minuman khas betawi seperti dodol dan bir pletok.”

Ketua Jawarapeci Condet, Bang Syamsul,  menjelaskan bahwa di tempat beliau ada proses pengolahan sampah anorganik seperti bekas botol air mineral dan lainnya diubah menjadi produk atau karya seni seperti membuat cindera mata berupa ondel – ondel, tas dan beberapa produk lain.

Bang Dayat, Ketua Sahabat Sungai Depok, menambahkan bahwa setiap hari mereka memberikan edukasi tentang water rescue dan menyajikan wisata rafting outbond dan susur sungai agar masyarakat lebih peduli kepada Sungai Ciliwung. 

Pak Sarmili, Ketua KPC Lenteng Agung, menyampaikan, “Lokasi kami di Lenteng Agung menyajikan kegiatan susur sungai dengan suasana taman sehingga para pengunjung dari titik awal hingga akhir dapat menikmati pemandangan taman-taman yang bagus dan indah. Tidak hanya itu, mereka juga bisa belajar tentang kerajinan tangan dan berbagai produk inovatif seperti eco print dan produk kreatif lainnya."

Bang Soeparno, Ketua KPC Bogor, menyatakan, “Kami setiap minggu melakukan aktivitas membersihkan sampah di sungai, sebagai bagian dari edukasi dan ajakan supaya banyak pemuda yang ikut terjun membantu membersihkan sampah di sungai."

"Ada juga titik menarik dan bagus seperti di titik Delta yang masih sangat natural. Dengan aktivitas rutin yang dilakukan secara konsisten, kami berharap banyak anggota dari berbagai komunitas mulai dari komunitas Gowes hingga public figure atau artis turut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih sampah sungai. Sehingga pelestarian Sungai Ciliwung bisa lebih cepat membuahkan hasil,” papar Bang Soeparno. 

Pada kesempatan yang sama, digelar juga Diskusi Hari Ciliwung yang membahas beberapa upaya dan perspektif perusahaan berkaitan dengan pelestarian sungai Ciliwung.

Head of CSR PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Deni Puspahadi, menjelaskan dukungan perusahaan dalam menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung salah satunya dengan mendaur ulang kemasan plastic menjadi paving block.

Direktur Utama Indonesia Power, Ihsan Sidqi, juga  memberikan penjelasan  bahwa TOSS GCB adalah salah satu solusi dalam penanganan sampah sungai, melalui program ini sampah sungai diolah menjadi batu bara nabati, yang hasilnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia Power sebagai bahan bakar di beberapa PLTU mereka.

Selanjutnya, Bambang Hernowo, Direktur Utama PAM JAYA menyampaikan dengan membaiknya kualitas air sungai ciliwung, Maka PAM JAYA akan kembali membuka sebanyak 6.000 instalasi sambungan yang sumber air bakunya berasal dari sungai Ciliwung. 

“Kami berharap, Ekowisata dan Eduwisata Sungai Ciliwung dapat mengubah paradigma menjadikan sungai sebagai potensi untuk kehidupan dan penghidupan,” tutup Peni. (RO/OL-09) 

 

BERITA TERKAIT