08 November 2021, 00:56 WIB

Kresna Undang Wayang dari Seluruh Dunia


Abdillah M Marzuqi | Humaniora

BERTEPATAN dengan Hari Wayang Nasional (HWN) yang diperingati setiap 7 November. Kresna dan Kunthi mengundang semua wayang dari seluruh penjuru dunia. Mereka merasa perlu adanya kebersamaan dalam gerakan perlindungan untuk pemanfaatan dan pengembangan wayang dunia. Bratasena dan Anoman pun dipanggil. Keduanya ditugasi untuk byawara atau kampanye atas undangan tersebut. Berkat keduanya, jadilah seluruh wayang dari penjuru dunia hadir dan bersatu tekad untuk mengembangkan wayang.

Sekelumit sinopsis itu adalah lakon wayang orang berjudul Catra Nararya Bawana yang dimainkan oleh ASN Sena Wangi (Sekretariat Pewayangan Nasional Indonesia) pada pemungkas acara pembukaan Living Intangible Cultural Heritage Forum for Wayang Puppet Theater in Indonesia (Living ICHF for WPT in Indonesia) di Gedung Pewayangan Kautaman Jakarta , Minggu (7/11).

Kunthi adalah perwujudan ibu pertiwi, sedangkan Kresna adalah simbol negarawan yang peduli dengan usaha pngembangan peradaban dan pemajuan budaya dunia. Bratasena dan Anoman menjadi perwakilan dari generasi muda yang peduli budaya. Lakon tersebut merupakan cerminan dari semangat untuk menjadikan Indonesia sebagai rumah wayang dunia. “Peringatan Hari Wayang Nasional Ke-3 tahun 2021 ini sekaligus rintisan awal menjadikan Indonesia sebagai rumah wayang dunia,” terang Ketua Umum Sena Wangi Suparmin Sunjoyo.

Suparmin mengharapkan semua pihak turut serta dalam upaya pemeliharaan, pelestarian, dan pengembangan wayang. Hal itu patut dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai rumah wayang dunia. "Harapan kedepan, agar perhatian terhadap upaya-upaya untuk memelihara, mengembangkan dan melestarikan wayang, menjadi perhatian semua pihak. Apakah itu swasta, maupun pemerintah," terangnya.

Suparmin juga mengingatkan wayang bukan hanya bercorak Jawa saja, melainkan jenis wayang dari seluruh Indonesia antara lain Wayang Si Gale Gale dari Sumut, Wayang Palembang dari Palembang, Wayang Potehi, dan Wayang Cenk Blonk Dari Bali. Hal itu menyebabkan tidak tertutup kemungkinan Living ICHF for WPT in Indonesia berikutnya akan diadakan di kota lain.

"Jadi ini merupakan forum yang bukan badan, lembaga, atau kelembagaan. Dan ini diselenggarakan pertama kalinya selama tiga hari. Tahun depan mungkin bisa diselenggarakan di kota lain, Yogja, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, ataupun di Papua. Jadi ini supaya go national dan go international benar-benar dilaksanakan wayang Indonesia secara organisasi melalui Sena Wangi," tegas Suparmin.

Living ICHF for WPT in Indonesia bakal digelar selama 7-9 November 2021 yang dibagi dalam tiga format kegiatan, yaitu: atraksi, diskusi dan ekskursi. Acara digelar dalam format hibrida yang menggabungkan antara daring dan luring. Acara juga disiarkan langsung melalui kanal media sosial Sena Wangi untuk kemudahan akses publik. Selain itu, ada pagelaran wayang dari negara Asean yakni Singapura, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Myanmar. (OL-8)

BERITA TERKAIT