07 November 2021, 21:19 WIB

Dukung PTM Terbatas, IKAD PAUDI Tetap Utamakan Keselamatan Anak


Widhoroso |

RENCANA pemerintah melalui Kemendikbudristek yang meminta pemerintah daerah untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapat dukungan dari Ikatan Doktor  PAUD Indonesia (IKAD PAUDI). Namun IKAD PUDI tetap akan mengedepankan keselamatan anak dengan mensyaratkan penerapan protokol kesehatan (prokes) jketat kepada pihak sekolah PAUD, orang tua, serta siswa.

Hal tersebut mengemuka pada Musyawarah Besar (Mubes) 1 IKAD PAUDI di Jakarta, Minggu (7/11). Kegiatan yang dipandu mantan artis terkenal yang bergiat di dunia pendidikan Yessy Gusman itu menghadirkan pembicara pakar pendidikan PAUD Fasli Jalal, Sugeng Santoso, Direktur PAUD Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek M Hasbi, serta Koordinator Pembelajaran Ditjen GTK Kemendikbudristek Nasrudin.

"kita memahami kualitas pembelajaran online tidak sebaik secara offline. Pembelajaran jenjang PAUD bagian terbesarnya justru interaksi langsung antara guru dan murid, antara murid dengan murid. Proses yang menimbulkan pengayaan pembelajaran ini akan terputus jika anak-anak hanya melihat layar selama belajar daring. Tentu kita berupaya sepanjang memungkinkan untuk belajar langsung. Namun, dalam situasi pandemi, pertimbangan utama tetap utamakan keselamatan anak," papar Fasli Jalal yang juga Dewan Pembina IKAD PAUD.

Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional ini mengaku bersyukur jika vaksinasi sudah 100% bagi guru dan sekarang anak-anak akan mendapat vaksin sehingga PTM Terbatas menjadi penting namun prokes harus tetap dijaga. Kondisi ini memengaruhi jumlah kapasitas kelas, setting kelas  juga sarana pendukung prokes wajib dipenuhi.

Menurutnya, jika suatu daerah tingkat infeksinya menurun serta cakupan vaksinasi tinggi, sudah dapat dimulai belajar daring dengan pembatasan. Fasli yang juga Rektor Universitas Yarsi ini menilai saat siswa belajar daring peran keluarga penting dan guru sebaiknya melakukan aksi kunjung ke siswa.

Senada, Ketua Umum IIKAD PAUDI, Sukiman menyatakan mendukung PTM Terbatas yang sudah digaungkan pemerintah untuk mengantisipasi learning loss akibat pandemi. "Memperhatikan pandemi Covid-19 mulai mereda, kami sambut gembira pelaksanaan PTM Terbatas mengingat dengan belajar daring, siswa PAUD akan mengalamai loss learning. Bagi siswa PAUD, sangat penting sekali dengan bertemu temannya karena itu adalah proses belajar. Demikian juga dengan interaksi dengan sesama murid dan ini tidak terjadi selama ini," papar Sukiman yang pernah menjabat Direktur Keluarga Kemendikbud.

Di sisi lain, Direktur PAUD Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek M Hasbi menyatakan pemerintah telah mengizinkan PTM terbatas digelar  pada semua jenjang mulai PAUD hingga ke perguruan tinggi. Namun, hal ini tentu harus melihat situasi dan kondisi.

"Kami menganjurkan agar sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, para guru yang telah di vaksin sebanyak 2 dosis kendati ini bukan syarat mutlak, artinya ketika mereka menjaga prokes dengan baik dapat menjalankan PTM terbatas dengan izin orang tua," kata Hasbi

Dikatakan, ada beberapa hal yang harus doteraopkan dalam PTM terbatas untuk PAUD seperti jumlah siswa dibatasi hanya 50 % dengan penerapan prokes ketat serta pengaturan durasi jam pembelajaran oleh satuan pendidikan. "Tentu tidak mungkin mengajarkan semua kurikulum dalam program tersebut, maka kita memilih materi materi yang bersifat esensial yang terkait dengan pembelajaran itu," ujarnya seraya menambahkan pembelajaran campuran antara pembelajaran tatap muka dan belajar jarak jauh dapat diterapkan bersama. (OL-15)

BERITA TERKAIT