04 November 2021, 20:46 WIB

Menteri Lingkungan Inggris Sebut Ada Kesepakatan Zero Deforestastion, Ini Tanggapan Kemenlu


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

WAKIL Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menanggapi pernyataan Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris, Zac Goldsmith tentang zero deforestation dan COP26 Forest Agreement. Mahendra menilai, pernyataan Zac menyesatkan. 

“COP26 sedang berjalan sehingga tentu saja belum ada kesepakatan apapun yang dihasilkan pada Selasa 2 November lalu,” kata Mahendra dalam pernyataan tertulisnya pada Kamis (4/11). 

“Sedangkan pertemuan yang dilakukan 2 November di Glasgow adalah Leaders Meeting on Forrest and Land Use yang menghasilkan deklarasi. Dalam deklarasi yang dihasilkan itu sama sekali tidak ada terminologi ‘end deforestation by 2030’,” tuturnya. 

Mahendra menuturkan, dalam menyikapi pernyataan Goldsmith kita harus mawas diri, jangan lengah dan tidak boleh terpengaruh. 

Baca juga : Mitigasi Krisis Iklim Lewat Transformasi Sistem Pangan

“Terus fokus dalam pengelolaan hutan, seperti penegasan Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan COP26 maupun di Leaders Meeting tanggal 2 November itu. Apalagi yang diungkapkan Presiden Jokowi tentang upaya dan pengelolaan hutan kita diapresiasi banyak negara karena memberikan hasil konkret,” ujarnya. 

Menurutnya, Indonesia telah mencapai kemajuan terbesar dalam hal pencegahan karhutla dan deforestasi. 

“Jadi ada fakta yang kontras. Kita berhasil mengelola hutan, sementara dibelahan lain termasuk negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa dilanda karhutla yang terbesar selama ini,” tandasnya. 

Sebelumnya, melalui twitter pribadinya pada 2 November 2021, Goldsmith menulis seakan-akan sudah ada kesepakatan di KTT Iklim COP-26 Forest Agreement, yang sebenarnya tidak ada sama sekali. (OL-7)

BERITA TERKAIT