02 November 2021, 20:55 WIB

Pemerintah Kembali Pangkas Masa Karantina dari Luar Negeri Jadi 3 Hari


Insi Nantika Jelita | Humaniora

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, pemerintah telah memutuskan memangkas masa karantina bagi perjalanan internasional menjadi 3 hari. Kebijakan ini telah diubah dua kali dari yang sebelumnya masa karantina selama 8 hari, lalu menjadi 5 hari dan kemudian dipersingkat lagi.

Baca juga: Cianjur Target Capaian Vaksinasi Covid-19 70% Pada Pertengahan November

"Bagi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah tervaksinasi lengkap dan ikut protokol kesehatan, ada keputusan pemerintah menurunkan jumlah hari karantina, dari 5 menjadi 3 hari," ucapnya dalam konferensi pers yang dikutip Selasa (2/11).

Menparekraf pun mengaku juga mengusulkan negara tambahan yang diizinkan masuk ke Tanah Air sebanyak delapan negara. Mulai dari Austria, Australia, Denmark, Inggris, Swiss, Rusia, Jerman dan Belanda. Negara-negara tersebut dinilai memiliki rasio kasus positif atau positivity rate covid-19 yang rendah. 

"Ada permintaan dari Prancis, namun mereka meminta pelonggaran dan pembebasan karantina dan saat ini kita belum bisa melakukan hal tersebut," jelasnya.

Kemudian, Sandiaga juga membeberkan, negara lain seperti Spanyol dan Polandia juga dipertimbangkan akan diperbolehkan masuk ke Tanah Air. 

"Ada beberapa negara yang kita approach (dekati) lebih panjang dalam hal penerbangan rutin, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Selandia Baru, karena memiliki kebijakan (karantina) yang ketat. Mudah-mudahan ke depan bisa terwujud," harap Politisi Gerindra ini.

Kemenparekraf mengaku terus menggencarkan promosi ke berbagai negara dunia untuk berwisata di Tanah Air dengan daerah yang sudah ditetapkan. Seperti Bali, lalu di kawasan wisata di Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri)

Untuk di kawasan Nongsa, Batam, pemerintah setempat dikatakan tengah mengejar 100% vaksinasi yang saat ini mencapai 85%

Pintu masuk wisatawan saat ini, ungkap Sandiaga, masih dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Ngurah Rai, Bali. Dari sana, wisatawan bisa melakukan perjalan domestik. 

"Namun saat ini, bersama pihak-pihak terkait kami terus mempersiapkan agar bandar udara internasional Hang Nadim dapat menjadi salah satu pintu masuk wisatawan dan begitu juga empat pelabuhan internasional yang ada di Kepri," tutupnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT