30 October 2021, 22:22 WIB

IKA Undip DKI Ajak Lakukan Terobosan Atasi Masalah Bangsa


mediaindonesia.com | Humaniora

DALAM rangka penguatan organisasi, Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) Provinsi DKI Jakarta, membentuk kepengurusan di tingkat cabang se-Jakarta. Terdata sekitar 1.077 alumni IKA Undip lintas fakultas, baik yang berdomisili maupun bekerja di wilayah Jabodetabek.

"Pembentukan organisasi sampai ke tingkat bawah menjadi keniscayaan untuk memperkuat organisasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada anggotanya," kata Noor Rachmad Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKA Undip DKI Jakarta dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jakarta, di Wisma Tugu 1, Jakarta, Sabtu (30/10).

Sebelumnya, Koeshartanto Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua DPD DKI menjelaskan, terdata ada 1.077 alumni Undip, baik yang berdomisili maupun bekerja di Jakarta.

"Ini menjadi potensi besar, di mana para alumni bisa bersinergi dan membangun silahturahim dan memberikan terobosan terhadap masalah-masalah aktual yang dihadapi bangsa," ujarnya di hadapan peserta secara offline dan online. 

Para pengurus yang dilantik langsung oleh Noor Rachmad dengan protokol kesehatan ini antara lain, DPC Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

"Kita semua adalah volunteer dan melalui wadah ini kita memberikan pengabdian, baik kepada almamater, masyarakat, maupun bangsa dan negara," ujar Noor Rachmad. 

Sementara itu, Akhmad Muqowam Ketua Umum IKA Undip dalam sambutannya menekankan pentingnya menjalin silahturahmi di antara sesama alumni Undip.

"Kita tidak terkotak-kotak pada fakultas, tapi bagaimana kita saling membantu, berkegiatan sosial bersama, serta dapat memberikan pemikiran-pemikiran yang konstruktif bagi bangsa dan negara," katanya.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan webinar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 dengan tema 'Memaknai Sumpah Pemuda Ditengah Triple Stroms" menghadirkan Prof Dr. Suharnomo (Dekan FEB Undip), Dr (HC) Susi Pudjiastuti (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), Dr. Hendrar Prihadi (Walikota Semarang), Vicky Simanjuntak (Policy Advisor KemenkopUKM), dan dr. Clarin Hayes (dokter dan youtuber).

Dalam paparannya, Hendrar menjelaskan, bagaimana pentingnya menerapkan Pancasila sebagai landasan hidup meski di tengah revolusi industri 4.0. "Sejatinya, teknologi digunakan untuk mendukung, bukan menggantikan peran manusia," ujarnya. 

Suharnomo menyitir studi McKinsey yang menyatakan, keberadaan teknologi dapat mendorong terciptanya lebih banyak lapangan kerja.

"Diperkirakan ada 23 juta lapangan pekerjaan baru bakal muncul. Namun, pekerja baru yang dibutuhkan adalah yang paham akan teknologi dan selalu berinovasi," ujarnya.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti mengatakan, sangat sulit bagi generasi masa kini untuk berkembang bila tidak open minded (membuka dan memperluas cakrawala berpikirnya).

"Generasi muda harus dapat mencermati kondisi kekinian dan mengimplementasikan impiannya," ujar Susi.

Dikatakannya, untuk melakukan semua itu, jangan ragu untuk berinovasi dan membangun sinergi dengan berbagai pihak. "Harus memperkaya diri dengan inovasi dan hal-hal baru yang kreatif," imbuhnya.

Dari sisi generasi muda, Vicky Simanjuntak dan dr. Clarin Hayes meminta agar kaum muda bisa diberi ruang yang lebih luas lagi untuk berkarya. "Banyak orang meragukan kemampuan orang muda, sehingga peluang-peluang untuk mengembangkan diri pun menjadi lebih sempit," ujar Vicky.

Clarin juga meminta para anak muda untuk terus belajar, terlebih hal-hal baru yang berguna, seperti kemajuan teknologi, informasi, dan pengetahuan. 

Pada kesempatan tersebut juga di-launching program seri webinar silahturahim 4.0.

Menurut Koeshartanto, program rutin online dengan Harry Purnomo sebagai program director sudah berjalan tiga kali dan akan diteruskan secara berkala membahas tentang peluang-peluang bisnis, pengembangan karir, dan kesempatan kerja, dengan menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT