26 October 2021, 19:39 WIB

PB Mathla’ul Anwar: Menag Harusnya Tidak Beri Pernyataan yang Buat Gaduh


mediaindonesia.com | Humaniora

PERNYATAAN Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal Kementerian Agama (Kemenag) hadiah negara bagi Nahdlatul Ulama (NU), terus menjadi sorotan dan  menuai banyak kritik. 

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar KH.Embay Mulya Sarief menyarankan, agar Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Dia khawatir, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. 

“Saya menyarankan agar Menteri Agama berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Beliau publik figure dan pejabat Negara. Jangan sampai membuat gaduh yang bisa menimbulkan ekses,” ujar Embay usai bertemu Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA di Jakarta, Selasa (26/10). 

Dalam kunjungannya, KH Embay Mulya Sarief didampingi sejumlah jajaran pengurus Mathla’ul Anwar. Namun, Embay mengaku, pertemuan tidak menyinggung pernyataan Menag Yaqut Cholil. 

“Kita ke sini ingin melaporkan hasil Musyawarah ke-20 Mathla’ul Anwar. Kita bersama Kementerian Agama melaksanakan berbagai kegiatan, misalnya pendidikan dan dakwah. Ini kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di antaranya memberikan penyuluhan agama dan sebagainya,” terang Embay. 

Mathla’ul Anwar yang berdiri pada 1916 di Banten adalah salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia. Dibandingkan NU yang berdiri pada 1926, Mathla’ul Anwar 10 tahun lebih tua.

Bahkan, pada 1936, Mathla’ul Anwar pernah membantu terselenggaranya Muktamar NU di Menes, Pandeglang.

Terkait pernyataan Yaqut Cholil bahwa Kementerian Agama hadiah bagi organisasi Nahdatul Ulama atau NU, Embay mengaku khawatir bahwa pernyataan tersebut akan menyinggung kelompok yang berada di luar NU. 

“Pernyataan ini bisa menyinggung orang yang berada di luar NU. Padahal semua kelompok berjuang merebut kemerdekaan,” kata Embay. 

Terakhir Embay berpesan kepada Yaqut Cholil, untuk meneladani Rasullullah SAW dalam menjaga lisan atau ucapan. Dia pun mengambil salah satu hadist Nabi Muhammad SAW, agar setiap manusia menjaga lisannya. 

“Berkatalah yang baik, jika tidak maka diamlah. Itu sabda Rasulullah, bukan saya,” tutup Embay. 

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pernyataannya tentang Kementerian Agama hadiah untuk NU, disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. Pernyataan ini, menurutnya, lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

"Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," ujar Yaqut saat berada di Solo Jawa Tengah, Senin (25/10). 

Menurut Yaqut, pemeberian semangat merupakan hal yang wajar.  Terlebih kata Yaqut hal tersebut disampaikan dalam forum internal.

Yaqut juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata Yaqut, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT