26 October 2021, 19:07 WIB

Menkes: PCR Sudah Murah, Tak Ada Subsidi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang memiliki tarif tes PCR terendah di dunia. Karenanya, pengambil kebijakan enggan berpikir untuk memberikan subsidi.

"Apakah akan disubsidi? Pemerintah tidak merencanakan ada subsidi, karena memang kalau kita lihat harganya (murah), apalagi sudah diturunkan," ujarnya dalam dalam konferensi pers evaluasi program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara daring, Selasa (26/10).

Budi bilang, harga tes PCR awal yang sebesar Rp900 ribu sudah tergolong murah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. "Jadi kalau misalnya diturunkan ke Rp300 ribu, itu mungkin masuk 10% kuartal yang paling murah, dibandingkan dengan harga PCR airport-airport dunia, memang India paling murah yaitu Rp160 ribu," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Kaji Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum

India menurut Budi mampu menerapkan tarif murah karena mampu memproduksi alat deteksi dan obat covid secara mandiri. Terlebih jumlah penduduk di India begitu besar sehingga dirasa wajar menerapkan tarif PCR rendah.

"Harga PCR kita yang ditentukan Presiden kemarin itu sudah 10% paling bawah, paling murah dibandingkan dengan harga tes PCR di seluruh dunia," lanjut Budi.

Diketahui sebelumnya, tarif PCR di Indonesia mulanya sebesar Rp900 ribu, lalu diubah nilainya menjadi Rp495 ribu di Jawa-Bali dan Rp525 ribu di luar Jawa-Bali.

Teranyar, pemerintah menetapkan tarif PCR sebesar Rp300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam. Penurunan tarif tersebut diakui pemerintah sebagai respon dari permintaan masyarakat yang keberatan mengenai tarif sebelumnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT