26 October 2021, 18:57 WIB

Pemerintah Kaji Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

PEMERINTAH diketahui masih melakukan kajian terhadap pemberian suntikan vaksin ketiga (booster) kepada masyarakat. Sejauh ini, yang menjadi prioritas penerima vaksin booster ialah orang dengan risiko tinggi.

"Sesuai saran WHO, ini akan diberikan kepada masyarakat yang berisiko tinggi dan juga mengalami defisiensi imunitas. Adapun yang berisiko tinggi adalah nakes dan lansia," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10).

Vaksin booster sebelumnya sudah diberikan kepada tenaga kesehatan. Pada tahun depan, pemerintah berencana menyuntikkan vaksin booster terhadap lansia dan orang yang mengalami persoalan imunitas.

Baca juga: Indonesia Terima 1 Juta Dosis Vaksin Sinovac

"Masyarakat yang masuk ke dalam kategori terganggu imunitasnya adalah yang terkena HIV dan juga kanker," jelas Budi.

Pemerintah bersama lembaga peneilitian tengah meninjau jenis vaksin yang cocok sebagai booster. "Ini sedang dikaji oleh lembaga penelitian bekerja sama dengan ITAGI. Untuk melihat kombinasi mana yang paling baik," imbuhnya.

Di samping itu, pemerintah turut mengkaji pemberian vaksin kepada anak-anak berusia 5-11 tahun. Setidaknya terdapat tiga vaksin yang potensial untuk disuntikkan, yakni Sinovac, Sinopharm dan Pfizer.

Baca juga: Tiga Vaksin Ini tidak Perlu Booster Hingga Delapan Bulan

Adapun ketiga jenis vaksin itu menjadi pilihan, karena negara penghasil vaksin yang dimaksud telah melakukan penyuntikan kepada anak-anak. Pemerintah juga bekerja sama dengan BPOM agar bisa segera menerbitkan izin, setelah vaksin dinyatakan aman untuk anak-anak.

"Diharapkan sampai akhir tahun bisa keluar ketiganya untuk UEA-nya. Rencananya, kalau sudah keluar hasil uji klinisnya, kita bisa mulai menggunakan di awal 2022," papar Budi.

Hingga Selasa (26/10) ini, Indonesia sudah melakukan vaksinasi covid-19 sebanyak 248 juta dosis. Itu dengan rincian 237 juta dosis telah didistribusikan ke sejumlah daerah dan 184 juta dosis sudah disuntikkan kepada masyarakat.(OL-11)


 

BERITA TERKAIT