26 October 2021, 18:39 WIB

Butuh Peran Dunia Usaha dalam Pemberdayaan 29.178 Anak Yatim/Piatu Covid-19


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

PEMBERIAN bantuan pendampingan yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Republik Indonesia terhadap anak-anak yatim piatu korban Pandemi covid-19 masih terus dilakukan.

Deputi bidang Perlindungan Anak, Nahar mengatakan hingga kini pihaknya masih terus mengupdate jumlah data anak-anak yang menjadi yatim, piatu maupun yatim piatu korban Pandemi.

"Per hari ini 26 Oktober 2021 sebanyak 29,178 anak (14,321 anak perempuan, 14,853 anak laki2). Yatim sebanyak 16,654, Piatu 10,773, dan Yatim piatu sebanyak 1378," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (26/10).

Lebih lanjut, selain melakukan pendataan, Kemen PPPA juga berkoordinasi dengan Kementerian sosial.

Baca juga: PAN Imbau Menteri yang aktif Nyapres sebaiknya Mundur

"Selain itu kita mendorong peran masyarakat dan dunia usaha untuk langsung memenuhi kebtuhan khusus terhadap anak-anak tersebut," terangnya.

Nahar mengatakan, Kemen PPPA akan membantu menyiapkan data, mengkordinasikan dan bekerjasama dalam pemberian bantuan dari lembaga masyarakat/dunia usaha.

"Bersama Unicef juga memberikan bantuan paket recreational kits bagi kelompok anak yg ditinggalkan ortu akibat covid19 dan untuk anak Yatim yang ibunya menjadi tulang punggung dalam pengasuhan anak juga sebagian di support paket khusus untuk perempuan," kata Nahar.

"2021 kami tidak memiliki anggaran khusus, sehingga mendorong partisipasi masyarkat dan dunia usaha. Untuk 2022 kami akan memfokuskan pada upaya koordinasi dan pemantauan," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT