26 October 2021, 15:18 WIB

Pertanian Berbasis Digital untuk Menjaring Keterlibatan Anak Muda


Mediaindonesia.com | Humaniora

ASEAN Foundation, Maybank Foundation, Rikolto Indonesia menggandeng Koperasi Mitra Agribisnis Mandiri, mengadakan diskusi dan media gathering di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Diskusi ini dalam rangka peningkatan kapasitas anak muda dalam kewirausahaan dan teknologi digital di sektor pertanian.

Acara ini turut dihadiri 
Wakil Bupati Polewali Mandar Natsir Rahmat,  Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polewali Mandar, Hassani; anggota DPD Dapil Sulawesi Barat, Ajbar Abdul Kadir; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Polewali Mandar, I Nengah Tri Sumadana.

Head of Programme Rikolto Indonesia Nonie Kaban mengatakan, regenerasi petani menjadi keniscayaan mengingat tenaga kerja pertanian saat ini banyak didominasi oleh petani usia lanjut. Keterlibatan anak muda juga menjadi kunci terhadap adaptasi dan inovasi teknologi pertanian yang semakin maju. Partisipasi anak muda, jelas Nonie, budidaya pertanian yang baik dan ramah lingkungan, serta peningkatan produktivitas pertanian juga dapat terus berkelanjutan.

"Anak muda memiliki potensi yang sangat besar untuk mengadopsi teknologi dan inovasi baru yang dapat meningkatkan produksi dan memberikan nilai tambah di sektor pertanian. Rikolto berupaya mendorong partisipasi anak muda dengan program yang dapat memperkuat kapasitas mereka sehingga mereka bisa terus berkembang," ujar Nonie.

Ia menambahkan, Rikolto merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat asal Belgia, dengan pengalaman kerja lebih dari 40 tahun meningkatkan kesejahteraan petani melalui budidaya berkelanjutan, bermitra dengan Koperasi Kakao Mitra Agribisnis Mandiri (MAM) yang berlokasi di Polewali Mandar, untuk memperkenalkan dan mengembangkan kapasitas anak muda MAM dalam mengintegrasikan teknologi digital ke pertanian dan bisnis kakao.

Pendapat senada disampaikan Hassani. Menurutnya, penting mengajak anak muda untuk mengadopsi penggunaan teknologi, agar bisa beradaptasi di era digital 4.0. Pasalnya, sejumlah persoalan sektor pertanian lebih mudah diatasi lewat teknologi. "Kita perlu mendorong milenial agar pengelolaan seluruh aspek pertanian seperti kakao dikelola secara modern. Anak muda perlu diperkenalkan bahwa masalah-masalah pertanian itu dapat diselesaikan dengan teknologi. Saya harap anak muda yang telah mengikuti pelatihan dari Rikolto dapat berbagi inspirasi dan contoh di masyarakat baik selaku petani atau pebisnis untuk juga memanfaatkan teknologi," tandasnya.

Sebanyak 10 anak muda Koperasi Mitra Agribisnis Mandiri yang terpilih untuk mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) secara intensif pada 11-22 Oktober untuk mengembangkan teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas biji kakao. Masing-masing dari 10 kader terpilih tersebut kemudian akan melatih empat anak muda lainnya, sehingga menghasilkan 50 petani muda dengan semangat kewirausahaan, kreatifitas, dan pengetahuan dasar mengenai pertanian digital. Keterlibatan perempuan juga menjadi hal yang terus didorong oleh Rikolto dan ASEAN Foundation. Oleh sebab itu, dari total 50 petani muda, 20 di antaranya merupakan peserta perempuan

“Kakao hasil Koperasi MAM sudah banyak mendapat perhatian dari produsen artisan coklat. Cita rasa dan kualitasnya dianggap sudah mampu memenuhi kualitas cokelat premium. Namun, yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana kita menjaga konsistensi hasil fermentasi tersebut. Teknologi yang saat ini dikembangkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kakao kami," ujar Rauf.

Sedangkan Executive Director ASEAN Foundation, Yang Mee Eng mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas program Empowering Youth Across ASEAN (EYAA). Ini program kolaborasi ASEAN Foundation dan Maybank Foundation, yang bertujuan mendukung generasi muda di ASEAN untuk membawa solusi-solusi inovatif terhadap isu sosial dan lingkungan yang dihadapi komunitas di kawasan.

"Kami ingin meningkatkan semangat partisipasi generasi di pertanian dengan teknologi. Anak muda adalah pemimpin masa depan ASEAN, dan kami ingin mendorong mereka untuk terlibat aktif melakukan transformasi di sektor pertanian sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan di komunitas," imbuh Yang Mee Eng.

Ia menambahkan, pada November tahun ini, kader yang telah mengikuti pelatihan akan mencoba langsung prototipe teknologi sensor yang sudah dikembangkan di perkebunan kakao. Selain itu, akan diikuti juga dengan pelatihan pemasaran digital bersama fasilitator dan relawan muda ASEAN terkait proses dan strategi pemasaran produk secara digital. (OL-8)

BERITA TERKAIT