22 October 2021, 15:05 WIB

Indonesia Peringkat Ketiga Kasus Tuberkulosis Terbanyak di Dunia


Atalya Puspa | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan mencatat sebanyak 301 kasus tuberkulosis (TB) per 100 ribu penduduk. Angka tersebut membuat Indonesia menempati peringkat ketiga dengan kasus TB terbanyak di tingkat global.

Dengan sejumlah strategi, Kementerian Kesehatan berharap angka kasus baru TBC turun hingga 65 kasus per 100 ribu penduduk pada 2030. Selain angka kasus, Kemenkes juga menargetkan penurunan angka kematian hingga 6 per 100 ribu penduduk.

“Mudah-mudahan langkah konkret bisa dihasilkan pada pertemuan TB Summit ini, dan memberikan kontribusi kepada seluruh stake holder terkait untuk menemukan kasus aktif dan pengobatan yang lebih baik kepada pasien-pasien TBC,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan resmi, Jumat (22/10).

Dante menyebutkan, strategi yang akan dilakukan Kemenkes meliputi 3 hal, yakni melalukan upaya preventif, deteksi, dan terapi. Untuk preventif, terangnya, akan dilakukan dengan imunisasi BCG pada anak-anak yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Upaya menggencarkan lagi imunisasi BCG amat penting karena cakupan vaksinasi yang menurun. Pada 2018 cakupan vaksinasi BCG didapatkan 37% dan naik menjadi 50% pada 2019 lalu. Angka itu kembali menurun pada 2020 menjadi 32% karena adanya pandemi covid-19.

Selain menggiatkan imunisasi BCG, Dante mengatakan, Kemenkes juga akan melakukan pemberian terapi pencegahan TBC pada kontak erat.

“Jadi mereka yang sudah terkontak dengan pasien TBC di rumahnya bisa diberikan obat TBC sebagai preventif untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut,” ucap Dante.

Strategi selanjutnya adalah deteksi, mulai dari fasilitas kesehatan, tracing target per desa, kecamatan hingga provinsi dan utilisasi mesin tes cepat molekuler (TCM). Utilisasi mesin TCM yang tersedia di Puskesmas mengalami menurun akibat pandemi covid-19.

Saat ini ada 1.168 alat TCM yang tersebar di 34 provinsi dan 496 kabupaten/kota. Wamenkes Dante mengatakan akan menambah jumlah mesin tersebut.

Strategi terakhir adalah terapi, baik terapi sensitif TBC maupun TBC yang sudah resisten yang sulit diobati. “Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus berperan serta dalam kegiatan ini. Maka penemuan kasus di luar fasilitas kesehatan menjadi sangat penting dan menjadi ujung tombak dari skrining dan penemuan kasus TBC di masa yang akan datang,” tutur Dante. (H-2)

BERITA TERKAIT