22 October 2021, 13:48 WIB

Menag Yaqut Tegaskan Tak Ada Radikalisme di Pesantren


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

MENTERI Agama Yaqut Cholil Quomas menegaskan tidak ada radikalisme di pesantren. Ia menekankan ajaran-ajaran Islam yang moderat selama ini selalu diajarkan kepada para santri.

"Tidak ada radikalisme di pesantren. Catat itu. Di pesantren tidak ada yang disebut sebagai radikalisme. Di pesantren-pesantren itu ya pasti diajarkan ilmu-ilmu agama yang sangat moderat," kata Yaqut di Istana Kepresidenan Jakarta seusai menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2021, Jumat (22/10).

Menag menyampaikan pesantren merupakan tempat terbaik bagi anak-anak untuk bisa mendapat pendidikan agama, akhlak, budi pekerti, dan karakter sekaligus Pendidikan dengan model tertutup itu, imbuhnya, menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak untuk mendapat pendidikan agama serta akhlak.

"Di pesantren itu justru tempat yang paling aman melokalisir anak-anak untuk bisa dididik akhlaknya, dididik budi pekertinya, karakternya, justru di pesantren," ujar Yaqut.

Baca juga: 300 Pelajar di Kalimantan Tengah Diam-Diam Menikah saat Sekolah Daring

Ia menjamin tidak ada pesantren yang mengajarkan paham radikalisme. Yaqut menyangsikan seandainya ada yang mengatasnamakan pesantren namun mengajarkan radikalisme. Menurutnya, perlu dilihat kembali pesantren pada dasarnya mengajarkan ajaran yang moderat.

"Kalau ada pesantren mengajarkan radikalisme itu pesantren quote unquote. Harus dilihat benar itu pesantren enggak karena definisi pesantren kan jelas," ucapnya.

"Kalau ada satu dua santri nakal, satu dua anak sekolah nakal itu biasa. Tapi secara umum di pesantren saya yakin anak-anak jauh lebih aman karena dalam lingkungan yang tertutup dididik akhlak dan karakter. Ini menurut saya tidak terjadi di tempat lain," imbuh Yaqut.

Menag menyadari pesantren-pesantren memang memiliki keterbatasan-keterbatasan sarana prasarana semisal persoalan sanitasi lantaran satu pesantren kecil bisa dihuni banyak santri. Ia menegaskan pemerintah komit meningkatkan kualitas pesantren dan akan terus memberikan kebijakan afirmasi.

"Keterbatasan-keterbatasan ini sekarang momentumnya pemerintah untuk bisa memberikan afirmasi kepada pondok pesantren di Hari Santri ini," kata dia. (OL-4)

BERITA TERKAIT