21 October 2021, 14:02 WIB

1.000 Pelajar dari Keluarga Prasejahtera Diprioritaskan untuk Beroleh Beasiswa Pendidikan


Mediaindonesia.com | Humaniora

Masih dalam rangka ulang tahun kedua, BenihBaik.com meluncurkan kampanye beasiswa pendidikan. Beasiswa pendidikan ini khusus ditujukan untuk anak dan remaja usia tujuh hingga 20 tahun, atau jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah umum.

Inisiasi ini mengajak seluruh individu, komunitas, ataupun perusahaan melalui dana CSR-nya membantu mewujudkan mimpi anak-anak sekolah dari keluarga prasejahtera melalui bantuan pendidikan. BenihBaik.com ingin semua anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak karena #SemuaBisaBelajar.

Beasiswa ini tidak untuk anak-anak yang terpandai dan cemerlang di kelasnya, namun ini adalah peluang untuk tetap melanjutkan pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera. Diprioritaskan sebagai penerima beasiswa pendidikan adalah anak-anak dan remaja yang orangtuanya itu bekerja sebagai buruh harian, pemulung, tukang cuci, asisten rumah tangga, kuli bangunan, dan bahkan ada yang yatim piatu akan mendapatkan bantuan beasiswa ini. BenihBaik.com mengupayakan kampanye ini dapat membantu setidaknya 1.000 siswa di tahap awal.

Anak-anak dari keluarga prasejahtera pada tingkat SD-SMA, cara untuk mendapatkan beasiswa dengan cara mendaftar melalui link https://m.benihbaik.com/campaign-registration-info-beasiswa.

Pandemi membuat semakin menambah banyak jumlah penduduk dunia yang hidup di bawah garis kemiskinan termasuk di Indonesia. "Sementara itu, salah satu jalan untuk terbebas dari kemiskinan adalah dengan pendidikan. Kami tentu ingin, pelajar yang masih punya semangat ini tidak patah arang dengan adanya dukungan dari TemanBaik yang akan berdonasi. Donasi ini akan mampu membantu mereka meraih cita-cita di masa depan," kata Andy F Noya, CEO dan founder BenihBaik.com.

BenihBaik.com, bekerja sama dengan 10 yayasan dan lebih dari 100
Panti Asuhan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membayar uang sekolah dan juga kebutuhan fasilitas belajar seperti buku, seragam, kuota internet dan alat tulis. Untuk rata-rata per siswa satu bulan membutuhkan dana Rp 300.000.

BERITA TERKAIT