16 October 2021, 22:34 WIB

Kedaireka Genjot Kolaborasi Kampus dan Industri


Widhoroso | Humaniora

PROGRAM Kemendikburistek melalui platfom Kedaireka sejalan dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang berdampak pada peningkatan kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri dalam menghasilkan produk atau jasa baru.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani mengutarakan Kemendikbudristek telah membuat program transformasi pendidikan tinggi melalui kegiatan Matching Fund guna memfasilitasi kolaborasi kalangan  kampus atau  perguruan tinggi dengan kalangan industri melalui Kedaireka. Dijelaskan, platform Kedaireka yang diluncurkan dua tahun lalu, merupakan wadah rumah virtual bersama antara dunia industri dengan insan pendidikan tinggi.

"Kedaireka ditujukan untuk mahasiswa dan terutama dosen yang dapat melakukan kerjasama untuk hilirisasi riset dan produk serta jasa baru. Dalam perjalanannya Kedaireka sejalan dengan program Bangga Biatan Indonesia," kata Paristiyanti pada Sosialisasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PPKM) dan Kedaireka di Bandung, Sabtu (16/10).

Parisyanti menjelaskam dengan matching fund di Kedaireka, outcome atau hasil dari kerja sama di industri dan kampus akan didorong untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi covid 19 dan  pascapandemi. Dikatakan, matching fund Kedaireka yang disiapkan pada 2021 sebanyak Rp250 miliar.

"Kampus dan industri yang telah menerima dana matcing fund melalui Kedaireka tahun ini mengembangkan terus kerja sama yang baru dan profitable dengan industri," jelasnya.

Parisyanti menambahkan berkat dukungan kuat Mendikbudristek Nadiem Makarim, pada 2022 program matching fund kerja sama industri dengan perguruan tinggi dananya akan meningkat hingga Rp1,5 triliun. Sebab itu, ia meminta kampus dan industri yang telah menerima dana matcing fund melalui Kedaireka tahun ini mengembangkan terus kerjasama yang baru dan profitable dengan industri.

Lebih lanjut Parisyanti memaparkan, pemilihan proposal pendanaan matching fund melalui seleksi ketat. Diantaranya harus ada industri yang bertanggung jawab bersama guna keberhasilan produk atau jasa baru yang dihasilkan. Selain itu akan dicek kredibilitas industri yang akan melakukan kerja sama.

Selain matching fund untuk Kedaireka, jelasnya, juga ada program competitive fund melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang dikhususkan untuk membantu perguruan tinggi dalam mencapai 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan Kemendikbudristek.

Adapun PKKM tahun ini didanai Kemendikbudristek sebanyak Rp500 miliar. Tahun depan, dana competitive fund untuk PKKM akan ditambah menjadi Rp1,6 triliun.

Dalam sosialisasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PPKM) dan Kedaireka tersebut, hadir perwakilan Universitas Pasundan dan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) yang menciptakan hasil temuan dan riset tentang pangan dan Bacara. Kedua perguruan tinggi itu meraih bantuan dana matching fund dari Kedaireka.

Sedangkan untuk PKKM hadir perwakilan Universitas Parahyangan dan Universitas Maranatha. Keempat perwakilan kampus tersebut mengapresiasi program Kemendikbudristek melalui Platform Kedaireka dan PKKM. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT