14 October 2021, 23:51 WIB

Cegah Lonjakan Covid-19 di Libur Nataru, Antisipasi Disesuaikan Karakteristik Daerah 


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTISIPASI lonjakan kasus Covid-19 pada momen libur Natal dan Tahun Baru terus dilakukan pemerintah. Satgas Covid-19 menegaskan, antisipasi itu disesuaikan dengan karakteristik tiap daerah yang akan ditentukan oleh Pemda setempat. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kasus lonjakan Covid-19 biasanya terjadi ketika kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat direlaksasi tanpa adanya modifikasi tanpa menyesuaikan dengan karateristik daerah. 

Seperti kebijakan PPKM Mikro yang dilakukan serentak oleh seluruh daerah dengan penyesuaian situasi hingga tingkat RT dan RW terbukti mampu menurunkan kasus hingga 134% selama 14 minggu meskipun dengan pembukaan aktivitas masyarakat sebesar 50 persen. 

"Pembelajaran ini harus dijadikan pegangan utama pada periode Natal dan tahun baru yang berpotensi meningkatkan kembali kasus covid-19," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (14/10). 

Baca juga : Vaksinasi Ditingkatkan Jelang Libur Nataru

Kebijakan PPKM darurat dan level 4 membuktikan rem darurat yang diterapkan serentak di seluruh wilayah dan disesuaikan dengan situasi masing-masing wilayah dapat menekan kasus secara efektif dan maksimal. 

"Untuk itu menuju periode natal dan tahun baru hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain kebijakan didasarkan pada situasi masing-masing daerah relaksasi dapat dilakukan hingga 50% kapasitas," ujarnya. 

Namun, Wiku menegaskan, tetap harus mewaspadai potensi kenaikan kasus akibat periode libur kemudian dilakukan pengawasan hingga tingkat terkecil melalui posko atau desa kelurahan maupun Satgas fasilitas umum dan segera menyiapkan skenario pembatasan begitu terlihat tren kenaikan kasus yang signifikan. (OL-7)

BERITA TERKAIT