14 October 2021, 06:10 WIB

Donasi Publik dan Sumbangsih Ilmu


MI | Humaniora

BERMULA dari patungan sesama teman tongkrongan, Front Mutual Aid bergerak sejak tahun lalu saat awal pandemi hingga saat ini untuk membantu warga di kampung-kampung di Jakarta. Dari membuka dapur umum hingga kini tengah berupaya menciptakan inisiatif sumber pangan secara mandiri oleh warga.

Untuk memperpanjang napas gerakan tersebut, Front Mutual Aid pun kini membuka kanal donasi publik. Perwakilan Front Mutual Aid, Hilman, menuturkan cara itu dilakukan untuk modal ekonomi mandiri warga sehingga mereka tidak bergantung terus-menerus dari bantuan.

“Untuk teman-teman yang belum dapat kerja lagi, untuk membuat lokakarya, dan untuk mendukung gerakan kami. Misalnya penyediaan peralatan dapur umum yang selama ini kami pinjam dari warga. Jadi membuka donasi publik itu digunakan untuk menyokong pergerakan ini agar memberi napas yang lebih panjang,” kata Hilman.

Gerakan yang diinisiasi Hilman dkk itu berangkat dari keresahan bersama untuk merespons situasi di tengah pandemi. Inisiatif ini juga ditujukan sebagai percikan agar lebih banyak lagi orang yang bisa turut bergerak.

“Kami coba untuk memulai ‘percikan api’ itu. Banyak kawan yang berpikirnya pengen bergerak. Tapi karena belum ada yang memulai, jadi diam-diam saja sehingga kami mencoba memulai itu.”

Selain donasi dana, Mutual Aid juga membuka kemungkinan bagi teman-teman yang punya pengetahuan dan keahlian tertentu untuk dibagikan kepada warga. “Jadi, sumbang ide dan sumbang ilmu juga sangat dibutuhkan.” (Jek/M-4)

---

Biodata:

Front Mutual Aid

Bergerak sejak awal pandemi 2020 dengan membuka dapur umum. Dimulai dari Jakarta Selatan, kini mereka juga bergerak di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Selain membuka dapur umum, mereka juga membuka lokakarya bagi anak-anak dan warga di kampung-kampung Jakarta demi menciptakan peluang ekonomi dan kemandirian pangan.

 

BERITA TERKAIT