13 October 2021, 14:45 WIB

Mensos Ajak 5.000 Mahasiswa Cari Solusi Pengentasan Kemiskinan


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

DALAM upaya pengentasan kemiskinan, Kementerian Sosial Republik Indonesia membuat program Pejuang Muda, sinergitas dan kolaborasi dengan dunia pendidikan dan pemerintah daerah (pemda).

"Kita tidak bisa membuat suatu program yang impact nya gak bisa diitung, karena itu kenapa kita menggandeng 5.000 lebih mahasiwa agar bisa mereka langsung ikuti dan kemudian mengetahui masalahnya," ungkap Menteri Sosial Tri Rismaharini, di Gedung Aneka Bhakti (GAB), Jakarta, Rabu (13/10).

Lebih lanjut Risma menjelaskan, dampak kajian yang dilakukan oleh mahasiswa ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kemensos.

“Kami siapkan Rp 178 miliar bagi 5.140 mahasiswa yang diambil dari anggaran Kemensos untuk perbaikan data untuk membuat proyek program pengentasan kemiskinan yang sebelumnya direfocusing dan dievaluasi, ” kata Mensos.

Dukungan biaya proyek satu kelompok Rp 10 juta dari Kementerian Sosial, namun jika membutuhkan anggaran yang lebih besar akan disinergikan dengan Kitabisa untuk menggalang dana dari masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Jika anggaran lebih dari 10 juta untuk proyek permasalahan yang ditemukan di masyarkat akan dikerjasamakan dengan kitabisa untuk menggalang dana dari masyarakat,” ujar Mensos.

Dalam Pejuang Muda terdapat empat pilihan program, yaitu di bidang bantuan sosial, pemberdayaan, lingkungan, serta fasilitas lingkungan yang terpenting bagi mahasiswa bisa memilih program dengan bobot 20 SKS selama satu semester.

“Mereka tidak hanya terjun langsung ke masyarkat, tetapi boleh memilih salah satu dari empat program yang didukung Kemenag dan Kemdikbudristek melalui program Kampus Merdeka dan mendapat nilai diakhir program, ” tandas Mensos Risma.

Sedangkan, untuk teknis di lapangan mereka akan disebar dalam kelompok kecil sebanyak lima orang dan 10 orang untuk setiap kab/kota untuk menyerap berbagai permasalahan sosial di masyarakat melalui program yang ril.

Di tempat sama, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengapresiasi Pejuang Muda yang dibesut Mensos Tri Rismaharini sebagai program yang inovatif dan luar biasa kreatif dan sebelumnya belum pernah ada.

“Selama Indoensia merdeka baru kali ini ada program Pejuang Muda yang sangat bagus di mana mahasiswa diturunkan ke kampung-kampung saat pandemi untuk mengatasi persoalan sosial dan jika dianggap tepat dan bisa sebagai solusi. Kita akan dikawal dengan baik serta bila dinilai bagus tahun depan sebagai mitra kerja Kemensos siap menganggarkan,” pungkas Yandri. (H-2)

BERITA TERKAIT