13 October 2021, 12:26 WIB

Dosis Ketiga Vaksin Sinovac Tingkatkan Efektivitas Melawan Covid-19


Basuki Eka Purnama | Humaniora

STUDI terbaru terhadap CoronaVac, vaksin covid-19 buatan pengembang vaksin asal Tiongkok Sinovac Biotech Ltd, menunjukkan efektivitas perlindungan dari suntikan booster menggunakan CoronaVac meningkat secara signifikan terhadap covid-19 dan risiko rawat inap.

Efektivitas terhadap infeksi simtomatik meningkat dari 56% menjadi 80,2% dan pencegahan rawat inap meningkat dari 84% menjadi 88%.

Cile adalah salah satu negara pertama yang mengadopsi vaksin virus korona tidak aktif untuk vaksinasi massal dengan pasokan dosis dari Sinovac. Sebanyak 4,7 juta orang di atas usia 16 tahun dan belum terinfeksi covid-19 telah menerima dua dosis CoronaVac.

Baca juga: Ini Upaya IDI Mengantisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Sekitar 140.000 dari populasi tersebut divaksinasi dengan CoronaVac sebagai booster dan hasil perlindungan dievaluasi 14 hari setelah menerima dosis ketiga vaksinasi guna memantau efektivitas terhadap infeksi dan rawat inap akibat covid-19.

"Hasil ini mengonfirmasi bahwa orang yang menerima dosis ketiga CoronaVac dapat terlindungi lebih baik dari infeksi dan risiko rawat inap. Hasil ini seiring dengan studi Fase III Sinovac dan studi dunia nyata dari negara dan wilayah lain yang terus menekankan CoronaVac sebagai vaksin yang dapat ditoleransi dengan baik, aman, dan efektif," kata juru bicara Sinovac Liu Peicheng melalui keterangan resminya, Rabu (13/10).

"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk membantu mengakhiri pandemi, Sinovac telah mengirimkan lebih dari 2 miliar dosis CoronaVac ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia, menjadikannya sebagai vaksin covid-19 yang paling banyak digunakan di dunia," lanjutnya.

Hasil dari sejumlah studi nyata berskala besar sebelumnya di Cile telah menunjukkan bahwa dua dosis CoronaVac memberikan perlindungan yang signifikan terhadap infeksi covid-19, rawat inap disebabkan covid-19, penyakit parah, dan kematian.

Dua dosis CoronaVac terbukti memberikan 56% efikasi terhadap infeksi dan 84% terhadap rawat inap sehingga membantu melindungi masyarakat Cile dari covid-19.

Dalam konferensi pers pada 7 Oktober 2021, Presiden Cile Sebastian Pinera menyatakan semua vaksin covid-19 yang digunakan di negara Amerika Selatan itu terbukti aman, efektif, secara signifikan mengurangi infeksi dan rawat inap di rumah sakit, serta menyelamatkan banyak nyawa.

Ia mengatakan, hasil penelitian yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan sangat memberikan harapan dan membuktikan penerapan vaksinasi booster sangat efektif dalam menurunkan angka kejadian dan rawat inap akibat covid-19.

Pada akhir September 2021, CoronaVac telah disetujui untuk penggunaan darurat oleh otoritas pengawas obat lokal di hampir 50 negara and wilayah termasuk daftar penggunaan darurat oleh World Health Organization (WHO) dan African Regulatory Working Group. 

Sejak September 2021, CoronaVac telah digunakan untuk vaksinasi anak-anak di Cile, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan negara lainnya.

Total pasokan CoronaVac secara global telah melebihi 2 miliar dosis, dengan perkiraan 1,6 miliar dosis telah diberikan di seluruh dunia. 

Sinovac telah menjadi pemasok dan pengekspor domestik terbesar vaksin covid-19 dari Tiongkok. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT