11 October 2021, 23:15 WIB

Ratusan Guru SMK Dibekali Kompetensi 8+i di Malang


Bagus Suryo | Humaniora

SEBANYAK 430 guru SMK berstandar industri dibekali kompetensi link and
super match yang lebih komprehensif, yakni 8+i. Tujuannya agar lulusan SMK memiliki daya saing, sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Setelah menerima materi pandidikan dan pelatihan di pusat keunggulan, para guru itu akan magang di 12 mitra industri. Mereka menjalani uji kompetensi di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Kota Malang, Jawa Timur.

"Pendidikan vokasi menjadi tantangan dan tanggung jawab yang besar bagi
kita bersama," tegas Pelaksana tugas Kepala BBPPMPV BOE Henri Togar
Hasiholan Tambunan di Malang, Senin (11/10).

Henri menjelaskan kompetensi guru harus ditingkatkan agar mereka mampu
memadukan hard skill, soft skill dan karakter yang kuat. "Guru yang
berkompeten akan menghasilkan pewirausaha, bukan tukang," katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, kebijakan pendidikan vokasi sudah jelas, yakni
link and match. Kurikulumnya melibatkan kalangan industri, sehingga
siswa belajar persis praktik kerja di industri. Karena itu magang terus
diperkuat agar lulusannya berkompeten.

"Kami berkeyakinan, siswa setelah lulus langsung bekerja karena industri terlibat sejak pembuatan kurikulum," ujarnya.

Henri yang juga menjabat Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi
menjelaskan program upskilling dan reskilling Berstandar Industri
berfokus pada peningkatan kompetensi hard skill dan soft skill guru
kejuruan.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV BOE Malang Abdul Rochim
menambahkan program link and super match 8+i untuk mengurangi
pengangguran. Program itu menyelaraskan kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri, pembelajaran berbasis proyek, serta memperkuat magang industri.

Selain itu, program tersebut juga menerapkan industri mengajar, teaching factory, riset dan sertifikasi kompetensi dari industri. Termasuk penyerapan lulusan SMK dan kerja sama lainnya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT