11 October 2021, 19:05 WIB

Mosquirix, Vaksin Malaria Pertama untuk Anak yang Direkomendasikan WHO


Zubaedah Hanum | Humaniora

ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah merekomendasikan penggunaan luas vaksin malaria pertama untuk anak-anak yang diharapkan para ahli dapat menyelamatkan puluhan ribu nyawa anak-anak setiap tahun di seluruh Afrika.

"Ini adalah momen bersejarah. Vaksin malaria untuk anak-anak yang telah lama ditunggu-tunggu merupakan terobosan bagi ilmu pengetahuan, kesehatan anak, dan pengendalian malaria," jelas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan, program yang diluncurkan sejak 2019, telah menjangkau lebih dari 800 ribu anak di Ghana, Kenya, dan Malawi.  Hal ini menunjukkan bahwa vaksin RTS,S/AS01 yang juga dikenal sebagai Mosquirix, aman, hemat biaya, layak untuk diberikan, dan secara signifikan mengurangi malaria yang mematikan.

"Dan WHO menyarankan untuk memberikan vaksin dalam empat dosis kepada anak-anak dari usia lima bulan. Vaksin ini nantinya bekerja dengan menghentikan parasit malaria yang matang dan berkembang biak di hati, setelah itu biasanya masuk ke aliran darah pasien dan memicu gejala penyakit," katanya.
 
Hasil uji klinis telah menunjukkan vaksin menawarkan perlindungan 39% terhadap malaria pada anak-anak yang baru lahir antara usia 5 dan 17 bulan. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan manfaat vaksin memudar seiring waktu.

Kepala WHO menyatakan kegembiraannya atas rekomendasi organisasinya dalam utas di akun Twitter WHO pada hari tersebut, dengan mengatakan, "Ini adalah vaksin yang dikembangkan di Afrika, oleh para ilmuwan Afrika."

Dia juga berterima kasih kepada produsen obat Inggris GlaxoSmithKline, yang telah membantu mengembangkan vaksin selama 30 tahun terakhir.

Selama berabad-abad malaria mengintai Afrika sub-Sahara dan menyebabkan penderitaan luar biasa. Masyarakat Afrika pun sangat memgharapkan vaksin malaria yang efektif. Dan kini, mereka memiliki vaksin semacam ini dan direkomendasikan untuk digunakan secara luas.

Vaksin RTS,S memang tidak memberikan perlindungan lengkap, tetapi keputusan ini merupakan bukti dorongan dan visi komunitas kesehatan global untuk menemukan jalan ke depan. Melalui vaksin ini ada banyak harapan agar banyak anak Afrika dilindungi dari malaria dan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. (Medcom.id/H-2)

BERITA TERKAIT