09 October 2021, 21:19 WIB

Lewati 2 Gelombang Covid-19, RSPAD Gatot Soebroto Gelar Ucapan Syukur


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

RSPAD Gatot Soebroto menggelar Gebyar RSPAD Gatot Soebroto Bersyukur dalam rangkaian ulang tahun ke-71, HUT ke-76 RI ke 76, dan HUT ke-76 TNI. Acara ini juga untuk memperingati Indonesia yang telah berhasil melewati 2 kali gelombang covid-19.

"Dengan atas izin pimpinan kita mengadakan Acara Gebyar RSPAD Gatot Soebroto Bersyukur, karena banyak hal yang dilalui seperti sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan covid-19 yang dalam tugasnya dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya meskipun ada kekurangan bisa menjadi bahan evaluasi dan pijakan ke depan," kata Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI Budi Sulistya dalam Gebyar RSPAD Gatot Soebroto Ke-71 di Jakarta Pusat, Sabtu (9/10).

Namun Budi meminta seluruh masyarakat harus tetap waspada terhadap gelombang covid-19 ketiga. Untuk mengatasi hal itu RSPAD Gatot Soebroto memiliki hospital disaster plan atau sebagai rumah sakit sudah dipersiapkan diri dengan membuat perencanaan untuk mencegah outbreak ketiga.

"Maka, kita akan lebih lancar dan smooth dalam menghadapinya karena kita sudah memiliki pengalaman di outbreak pertama dan kedua. Ke depan RSPAD akan tetap melanjutkan, kita sudah melaksanakan 5M dan vaksinasi. Tenaga kesehatan RSPAD dan hospitalia ikut berperan dalam melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan kemampuan dari masing-masing personel," ujarnya.

Baca juga: Wisatawan Mulai Ramai, JK: Jangan Lupakan 3M dan 3T

Seperti yang diketahui, hampir 2 tahun tepatnya 20 bulan semua orang di seluruh dunia menghadapi covid-19 yang memilukan, sehingga serasa dipisahkan satu sama lain. Manusia sebagai makhluk sosial yang berinteraksi, berkumpul, bersaudara, dan bersilaturahmi harus dirusak dengan virus yang kecil yakni covid-19.

Sampai tanggal 9 Oktober 2021 sudah 283 juta penduduk dunia terpapar covid-19 dan 4,2 juta orang di antaranya di Indonesia, diperkirakan 142 ribu meninggal dan 2,3 ribu di antaranya tenaga kesehatan dokter sebanyak 730 orang, perawat 670 orang, bidan 388 orang dan dokter gigi 46 orang dan sisanya nakes lainnya.

"Di RSPAD Gatot Soebroto sendiri ada 9 tenaga kesehatan yang wafat karena covid-19 dan perhatian pemerintah cukup besar baik itu kedinasan TNI, Kementerian Kesehatan dan manajemen memberikan santunan yang bisa disampaikan kepada nakes," tuturnya.

Selain itu, Budi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal sosial (social capital) yang cukup tinggi, yakni di urutan ke-8 di dalam hal saling membantu antara masyarakat. Ini merupakan hal yang baik untuk mengantisipasi adanya outbreak pada Desember 2021 dan Januari 2022. Untuk itu, kata dia, kita perlu waspada dari berbagai kemungkinan.

"Dampak sosial ekonomi yang kemudian besar dirasakan ini sungguh keprihatinan masyarakat Indonesia dan dunia namun seiring dengan waktu sampai saat ini epidemiolog Indonesia berhasil melewati 2 fase puncak," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT