09 October 2021, 20:24 WIB

Olahraga 30 Menit Setiap Hari dan Nutrisi Tepat Cegah Osteoporosis


Siswantini Suryandari | Humaniora

MENURUT pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, di seluruh dunia ada satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis. Di Indonesia diperkirakan 2 dari 5 penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis.

dr Ricky Edwin Pandapotan Hutapea, spesialis Ortopedi & Traumatologi dalam diskusi menyambut Hari Osteoporosi Nasional 2021 yang diperingati setiap 20 Oktober menjelaskan bahwa osteoporosis dapat menyerang siapa saja terutama dewasa dan lansia.

"Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent disease) dengan tanda dan gejalanya tidak disadari. Penyakit ini bisa dikatakan silent disease karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun. Hingga suatu saat bisa terjadi patah," ujarnya dalam webinar menyambut Hari Osteoporosis Nasional yang diselenggarakan oleh Kalbe Nutritional, produsen Entrasol, nutrisi untuk kesehatan tulang, Sabtu (9/10).

"Osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi
sedini mungkin," sarannya.

baca juga: Berdiri Satu Kaki Sebagai Indikator Kesehatan yang Baik

Pembicara lainnya dr Ida Gunawan, spesialis gizi klinik menganjurkan masyarakat mulai memperbaiki gaya hidup dan juga pola makan.
"Osteoporosis dapat disebabkan salah satunya karena faktor usia, rendahnya asupan kalsium, antioksidan, protein, maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat," ujar dr Ida Gunawan.

Menurutnya pola hidup sehat harus dimulai sedini mungkin untuk mencegah osteoporosis. Sangatlah penting untuk konsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat dan juga melakukan gaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis.

"Konsumsilah nutrisi yang tepat dan seimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun. Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian kita setiap harinya mulai dari usia muda sampai usia lanjut," lanjut dr Ida Gunawan.

dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga menjelaskan selain nutrisi, salah satu cara terbaik untuk memperkuat
tulang dan mencegah osteoporosis adalah dengan berolahraga secara teratur. "Saat berolahraga, kita tidak hanya membangun otot dan daya tahan, tetapi juga membangun dan mempertahankan jumlah dan ketebalan tulang Anda, atau kepadatan massa tulang," jelas dr Antonius.

Ia menyarankan setiap orang wajib melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik sederhana bisa dilakukan di rumah.

Boy Sinaga, Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals mengungkapkan bahwa semakin bertanbah usia, gejala faktor umur seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis serta sarkopenia itu
semakin terasa.

"Oleh karenanya menjelang Hari Osteoporosis Nasional, Entrasol mengadakan rangkaian acara untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga kekuatan tulang lewat nutrisi dan olahraga yang tepat, sehingga walau beraktivitas di rumah saja kita bisa tetap aktif bergerak,” papar Boy Sinaga.

Edukasi nutrisi dan olahraga tepat untuk tulang kuat selama perayaan Hari Osteoporosis Nasional yang dilakukan setiap minggu mulai 9 Oktober hingga 23 Oktober 2021.  (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT