09 October 2021, 12:51 WIB

Menteri Sandiaga Siap Dorong Pemasaran Produk UMKM di Desa Wisata Sambirejo


mediaindonesia.com | Humaniora

SUVENIR adalah hal penting yang harus ada dalam tempat wisata, apalagi bila suvenirnya berkualitas. Salah satunya adalah yang dilakukan kelompok tani di lokasi wisata Dewi Sambi Tebing Breksi yang berada di Desa Wisata Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Anggota kelompok tani berinovasi dengan membuat cemilan berupa kripik yang cukup unik karena berasal dari bermacam sayuran yang belum pernah ada yang produksi. Ini menjadi alternatif cemilan sehat yang selama pandemi banyak dijadikan pengganti cemilan non sehat.

Saat kunjungan ke Desa Wisata Sambirejo, Menteri Pariwisata dan Eknonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, segala macam solusi siap dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Dewi Sambi.

“Inovasi itu perlu sehingga bisa mengembangkan kualitas produk dan inovasi juga membuat produk tidak ketinggalam zaman,” kata Sandiaga dalam keterangan pers, Sabtu (9/10). 

Kelompok tani di lokasi wisata Dewi Sambi di Desa Wisata Sambirejo, di mana membuat kripik dari berbagai jenis sayuran yang tak biasa, selain menyehatkan, hal tersebut juga merupakan sebuah inovasi yang bisa dikembangkan terus menerus.

“Ini bisa dijadikan salah satu pembukaan lapangan pekerjaan, karena melibatkan proses bertanam sayuran hingga menjadi produk cemilan kripik sehat. ini bisa memberdayakan dan melibatkan masyarakat sehingga sumber daya manusia di Desa Wisata Dewi Sambi menjadi produktif dan harapannya membuat pendapatan masyarakat bertambah,” kata  Aan, perwakilan Kelompok Tani Desa Wisata Dewi Sambi bersemangat.

Selain membuka pertanian, segala keperluan bertani juga bisa menjadi salah satu pembukaan lapangan pekerjaan. Sementara itu, masyarakat yang tidak bertani bisa membuat pupuk yang dibutuhkan para petani.

“Di sini juga dilatih ibu-ibu untuk menanam pohon dari dinas pertanian,” ucap Aan. Dia menegaskan, di zaman yang sudah 4.0 ini maka pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dalam pengembangan industri pariwisata Kota Yogyakarta melalui pemanfaatan teknologi digital.

Saat kunjungan, Sandi menuturkan bahwa dalam situasi pandemi seperti ini pemasaran secara online memang disarankan. Bahkan dia juga sempat mempromosilan dagangan kripik sayur yang dijajakan. "Ini saya bantu promosikan ya, saya tag IG (Instagram) kelompok taninya ya," tegas Sandi. 

Aan menambahkan dengan inovasi ini sebenarnya pasarnya cukup baik karena kripik sayur telah menjadi cemilan sehat yang mulai banyak peminatnya. Namun, karena kondisi mereka di desa, maka pemasarannya yang kurang memadai. Sehingga, dia meminta kepada Mas Menteri untuk bisa membantu pemasarannya.

“Kalau bisa di endorse Mas Menteri di IG mas Menteri karena saya yakin bisa meningkatkan penjualan produk kami,” katanya. 

Saat mengungkapkan pengalamannya, Aan mengatakan bahwa sebelum pandemi, UMKM Kripik dari olahan sayur mayur seperti singkong, pare, oyong, seledri, kemangi, wortel, terong dan jamur bisa laku sebanyak 500 Kg.

Namun sejak pandemi hanya 200 kg sebulan. “Tapi kami tetap bersyukur, oleh karenanya kami minta di kenalkan lagi sama mas Menteri biar omzetnya naik,” tukasnya.

Ketika bertemu Mas Menteri Sandiaga, Pak Aan sumringah dan mengatakan bahwa Sandiaga adalah orang yang sangat memasyarakat terutama di dunia pariwisata, apalagi di masa pandemi sekarang.

Aan memberikan dukungan sangat besar terhadap dunia pariwisata, dan tiap program yang dibuat langsung bersentuhan dengan masyarakat. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT