09 October 2021, 08:00 WIB

Berdayakan Ekonomi, Pangansari Utama Gandeng Masyarakat Lokal Papua


mediaindonesia.com | Humaniora

PANGANSARI Utama sebagai penyedia konsumsi PON menggandeng para pengusaha lokal untuk mendistribusikan konsumsi. Kemitraan ini menjadi salah satu upaya Pangansari untuk mengembangkan perekonomian masyarakat lokal di Kabupaten Jayapura, Papua, sekaligus berbagi pengalaman.

Salah satu yang menjadi mitra Pangansari adalah Rumah Makan Dabu-Dabu Iris di Kabupaten Jayapura. Menurut Pemilik Rumah Makan Dabu-Dabu Iris Rudi, menjadi mitra Pangansari dalam mendistribusikan konsumsi selama perhelatan PON di Kabupaten Jayapura merupakan suatu kebanggaan bagi pengusaha lokal.

“Kami bangga bisa bermitra dengan Pangansari, karena kami bisa belajar bagaimana teknis dan tata cara mendistribusikan konsumsi pada event-event besar seperti dalam PON ini. Kami juga bisa belajar bagaimana memperhatikan makanan dari sisi kandungan gizi, protein sesuai standar PB PON maupun kebersihan makanan yang didistribusikan,” kata Rudi.

Rudi menambahkan konsumsi yang akan didistribusikan harus melalui pemeriksan yang ketat oleh tim dari Pangansari. Pihak Pangansari intensif melakukan pemeriksaan dan mengawasi setiap makanan yang akan disajikan. Bahkan PT Pangansari Utama menempatkan para koki berpengalaman serta tim khusus yang selalu melakukan pemeriksaan untuk mengontrol kualitas makanan yang akan disajikan kepada atlet dan semua pendukung yang terlibat pada PON Papua.

Untuk menjaga higienitas makanan, Pangansari Utama memiliki ketentuan dan standar khusus bagi setiap orang yang  bertugas, termasuk chef-chef maupun yang melakukan packing makanan ke area dapur. Misalnya harus menggunakan hairnet (penutup kepala), wajib menggunakan masker dan hand gloves atau sarung tangan.

“Dengan penerapan standar keamanan dan kesehatan yang ketat ketika memasak, maka kualitas makanan dan higienitas bisa terjaga. Kontaminasi makanan juga bisa dihindari melalui berbagi hal, termasuk sentuhan,” jelas Rudi.

Baca juga:  Pangansari Resmi Jadi Penyedia Makanan Sehat di PON Papua

Bagi pengusaha lokal, menjadi mitra Pangansari mendatangkan keuntungan dari sisi pendapatan. Dengan adanya kerja sama ini, pengusaha lokal mampu meraih keuntungan yang terbilang cukup besar dibandingkan ketika hanya mengandalkan menjual kepada konsumen sebelum digelarnya PON Papua.

Penanggung Jawab Operasional Catering PON Pangansari Erwin Sudarmin menjelaskan, di Kabupaten Jayapura, tercatat 26 pengusaha lokal yang dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para atlet, ofisial, panitia dan para relawan pendukung PON Papua. Di Kabupaten Mimika, PT Pangansari Utama menggandeng 8 pengusaha lokal selama perhelatan PON Papua.

Pihak Pangansari tentu tidak saja melakukan kerja sama dengan pengusaha catering lokal, namun berkomitmen juga menyerap bahan-bahan baku makanan dari masyarakat lokal, seperti telur, ikan dan bahan makan lainnya. Setidaknya lebih dari 600 ribu butir telur dan 20 ton ikan yang dibutuhkan setiap hari di Kabupaten Jayapura.

Di Kabupaten Mimika sekitar 700 ribu butir telur dan 35 ton dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan makanan untuk PON Papua. 

“Sebagian besar bahan makanan seperti telur dan ikan, kami ambil dari pengusaha lokal Papua. Ini komitmen Pangansari yang ingin agar pengusaha lokal juga berkembang. Kami ingin pengusaha dan masyarakat lokal maju dan terus berkembang bersama Pangansari,” ujar Erwin.

Anak-anak Papua pun tak lepas dari upaya pemberdayaan Pangansari Utama. Tenaga lokal yang merupakan anak-anak Papua yang direkrut Pangansari selama PON Papua berlangsung mencapai lebih dari 500 orang, masing-masing ditempatkan di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika. Anak Papua yang menjadi volunteer direkrut membantu kelancaran, baik administrasi maupun distribusi makanan untuk para atlet.

“Semua ini dilakukan Pangansari Utama karena Pangansari Utama ingin berbagi, baik itu berbagi pengalaman dalam hal pengelolaan industi makanan kepada saudara-saudara kita di Papua. Kami mau kehadiran Pangansari di Bumi Papua membawa dampak pengetahuan, jiwa kewirausahaan dan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama warga lokal Papua,” jelas Erwin.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT