07 October 2021, 13:30 WIB

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Wilayah Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 7-9 Oktober 2021.

Pusat tekanan rendah 1004 hPa terpantau di Laut China selatan. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Selatan - Barat dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8 - 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, perairan barat Lampung-selatan Banten, Laut Natuna utara, dan Laut Arafuru," kata Deputi bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangannya Kamis (7/10)

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan barat Aceh, Selat Malaka bagian utara, Selat Sumba bagian barat, perairan P. Sawu - Rote, Laut Sawu, perairan selatan P. Flores, Selat Sape bagian selatan, Selat Ombai, perairan Kep. Natuna dan Anambas.

Selat Makasar bagian selatan, perairan Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, perairan utara Papua, Laut Arafuru, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua.

Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah Laut Natuna utara, perairan utara Sabang, perairan barat P. Simeulue-Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan Enggano - barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten - NTT.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter).

Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT