07 October 2021, 10:06 WIB

IPB University Gelar Kuliah Tatap Muka 18 Oktober Setelah UTS


Dede Susanti | Humaniora

IPB University akhirnya memutuskan untuk membuka perkuliahan secara tatap muka. Rencananya perkuliahan tatap muka akan dimulai dua pekan lagi atau tepatnya pada Senin, 18 Oktober mendatang.

Namun demkian, tidak seluruhnya mahasiswa masuk kuliah dan belajar di kampus. Demi menjaga dan mengikuti protokol kesehatan covid-19, perkuliahan tetap akan dilakukan terbatas dan secara bertahap.

Kuliah tatap muka baru diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang Sarjana dan Vokasi yang sudah masuk semester lima. Kebijakan ini berdasar Surat Rektor IPB University No. 18617/IT3/TU/P/T/2021 tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Secara Bertahap.

Sepwrti halnya dijelaskan Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr Drajat Martianto, bahwa pelaksanaan kuliah tatap muka rencananya akan dilakukan setelah ujian tengah semester (UTS) selesai dari 18 Oktober sampai 6 Desember 2021.

Baca juga: Kemenkes Minta Tarif Cukai Rokok di Indonesia Dinaikkan

Pada periode setelahnya, setelah libur tahun baru, dalam rangka meningkatan skill (ketrampilan) mahasiswa akan dilaksanakan pelatihan tematik atau praktikum terpadu hingga semester genap dimulai. Hal ini dilakukan untuk menggantikan kesempatan yang hilang.

"Kegiatan-kegiatan PTM dan pelatihan tersebut pengaturan jadwalnya akan diatur oleh masing-masing program studi. Jadi dilaksanakan secara khusus sesuai keputusan program studi,” kata Dr Drajat Martianto.

Ia menyebut, untuk mahasiswa program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) akan melaksanakan kegiatan secara luring terhitung sejak tanggal 11 Oktober 2021.

Sementara itu, mahasiswa program Pascasarjana IPB University masih melaksanakan perkuliahan dan praktikum secara daring, namun kegiatan lainnya seperti seminar, ujian tertutup atau ujian thesis serta sidang promosi secara bertahap mulai dapat dilaksanakan secara luring.

Meski kegiatan perkuliahan secara umum masih dilaksanakan secara daring, namun demikian, katanya, mahasiswa diperkenankan masuk kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan secara daring di dalam kampus.

Untuk teknisnya nanti, IPB akan menyediakan ruangan-ruangan bagi mahasiswa agar nyaman mengikuti kuliah daring di dalam kampus. Bagi mahasiswa tugas akhir, laboratorium akan semakin banyak dibuka agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan baik dan tidak memperpanjang masa studi mahasiswa.

Drajat juga menjelaskan, mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan perkuliahan secara luring wajib memenuhi syarat yang ditetapkan. Syarat tersebut yakni mendapat izin dari orang tua. Kemudian telah melakukan vaksin dosis lengkap, telah menjalankan isolasi mandiri selama tujuh hari bagi mahasiswa yang baru tiba di Bogor dan dinyatakan negatif covid-19 melalui pemeriksaan di Klinik IPB University.

Syarat lainnya, bersedia mematuhi ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat selama berada di dalam lingkungan kampus maupun di luar kampus IPB University dan juga memiliki aplikasi Peduli Lindungi untuk menjadi syarat memasuki kampus.

“Kami sudah menyosialisasikan kebijakan ini kepada fakultas maupun program studi, sehingga diharapkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat maksimal,”pungkas Drajat. (H-3)

BERITA TERKAIT