06 October 2021, 12:17 WIB

Pandemi Covid-19 Berpengaruh pada Peningkatan Stunting di Indonesia


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

HEAD of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation, Eddy Henry, mengungkapkan pandemi Covid-19 saat ini juga berpengaruh pada peningkatan stunting pada anak.

Penyebab utamanya yakni terhambatnya akses layanan kesehatan terutama Puskesmas setempat karena digunakan untuk pelayanan pasien gejala Covid-19.

"Selain itu menurunnya daya beli masyarakat terhadap makanan bergizi angka prevalensi masyarakat prasejahtera naik. Tentunya dengan pandemi ini adanya kenaikan jumlah masyarakat prasejahtera sehingga kejadian stunting juga kemungkinan besar bertambah," kata Eddy dalam webinar Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting dari BKKBN dan Tanoto Foundation, Rabu (6/10)

Selain itu pemahaman masyarakat tentang bahaya stunting juga dinilai masih rendah, sehingga strategi di tingkat pusat perlu diturunkan ke daerah-daerah sesuai dengan kebiasaan lokal agar pengetahuan tentang stunting lebih cepat diterima oleh masyarakat setempat.

"Selain itu banyak juga kabupaten-kabupaten yang belum menemukan strategi komunikasi perubahan perilaku untuk percepatan penurunan stunting maupun peraturan daerah yang mendukung konvergensi sampai tingkat desa yang mendukung penerapan penurunan stunting," ungkapnya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu menyampaikan pesan yang sama secara konsisten untuk menghindari penurunan stunting. Sehingga strategi penurunan stunting lebih sustainable.

"Untuk itu peran aktif keluarga untuk pencegahan stunting sangat diharapkan terkait dengan pemenuhan gizi anak terutama dalam 1.000 hari pertama," pungkasnya. (Iam/OL-09)

BERITA TERKAIT