06 October 2021, 10:35 WIB

Pendidikan pada Keluarga Kunci Sukses Penurunan Stunting


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PERAN keluarga sangat penting untuk menurunkan stunting pada anak Indonesia.  Pendidikan dan pengetahuan terkait bahaya stunting harus dipahami oleh keluarga.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan mendidik keluarga dan kunci suksesnya diantaranya pengentasan stunting yakni bagaimana keluarga bisa memberikan asupan gizi yang optimal kepada anaknya.

"Tantangan kita sekarang ini adalah bagaimana masyarakat itu menjadi butuh dan menjadi merasa perlu pengetahuan terkait bahaya stunting itu penting dan stunting harus diatasi. Untuk menuju ke sana memang pendidikan pengetahuan khusus tentang pengasuhan," kata Hasto dalam webinar Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting dari BKKBN dan Tanoto Foundation, Rabu (6/10)

Sehingga kerja sama antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi menjadi suatu keniscayaan. Dengan pengetahuan stunting keluarga bisa menjalankan fungsi perlindungan terhadap tumbuh kembang anak dan kemudian bisa mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu pengetahuan terkait dengan gizi juga menjadi bagian fungsi keluarga dalam perlindungan pada anak dan keluarga. Mindset tentang gizi terkadang disalahartikan, bagaimana keluarga sering mengeluarkan banyak uang untuk belanja tetapi tidak tepat sasaran.

"Mereka konsumsi barang-barang yang sebetulnya tidak mencerminkan gizi seimbang sehingga tubuh anak kesannya kenyang, anak itu mendapatkan porsi kesannya banyak tetapi sel-selnya kelaparan. Ini karena mindset kita dalam menyikapi menu sehari-hari juga perlu sekali dipahami," ujar Hasto.

Oleh karena itu BKKBN dengan bersama Tanoto Foundation dan mitra lainnya optimistis  bisa mengatasi 1.000 hari kehidupan pertama dan juga pengasuhan keluarga dengan baik.

Pada kesempatan yang sama Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation Eddy Henry mengungkapkan permasalahan stunting atau gagal tumbuh kembang anak masih menjadi permasalahan mendasar pembangunan Indonesia.

Berdasarkan status gizi balita Indonesia 2019 menunjukkan lebih 1 dari 4 anak atau 8 juta anak di Indonesia mengalami gagal tumbuh sesuai dengan usianya. "Walau dalam 11 tahun ini Indonesia mengalami penurunan stunting yang signifikan namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki juga yakni indikator gizi dan kesehatan yang tidak menunjukkan penurunan yang pelan dengan tingkat angka stunting," ungkapnya. (H-1)

BERITA TERKAIT