05 October 2021, 22:23 WIB

Dunia Desain Menarik Minat Anak Muda


Widhoroso | Humaniora

PANDEMI Cobid-19 ternyata tidak mengurangi minat anak muda untuk menekuni dunia desain. Hal itu terbukti dengan wisuda 200 mahasiswa Sekolah Tinggi Desain LaSalle College, Jakarta, akhir pekan lalu.

"Di masa pandemi ini, kami awalnya memprediksi jumlah siswa akan turun signifikan. Tapi ternyata sebaliknya. Minat anak muda untuk belajar desain tidak menurun bahkan justru naik," ungkap Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Desain LaSalle, Hariyadi Sukamdani, dalam keterangan yang diterima, Selasa (5/10).

Namun, diakui Hariyadi, pada masa pandemi Covid-19, berbagai kesulitan dihadapi dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah mengatur interaksi dengan siswa terutama pada program studi yang lebih banyak praktek seperti make up artist.

"Solusinya, kami sarankan siswa untuk memakai orang terdekat sebagai model untuk dirias dan telah menjalani tes swab. Dengan prokes optimal ini, tidak terjadi klaster di lingkungan kampus," jelasnya.

Karena pandemi ini juga, jelasnya, wisuda tahun ini yang dibarengi dengan pagelaran karya siswa yang merupakan kolaborasi lintas program studi dilakukan secara hybrid. Virtual show bertema Madaka untuk mengenalkan budaya Sumba, Nusa Tenggara Timur ini berlangsung 29 Juli-3 Agustus lalu.

Lebih jauh, Hariyadi mengatakan, tahun depan pihaknya akan membuka program studi sinematografi. "Kami melihat anak-anak muda saat ini lebih menyukai gambar bergerak atau video singkat ketimbang membaca. Selain itu, kampus di Indonesia yang menyediakan program studi ini  juga masih terbatas," imbuhnya.

Presiden Komisaris PT Indotex LaSalle College International, Poppy Dharsono mengatakan lulusan sekolah mode dituntut lebih memiliki tanggung jawab pada masyarakat. Jika desainer memiliki latar belakang sekolah mode, karyanya lebih bisa diterima pasar.

"Di masa pandemi saya merealisasikan kerjasama LaSalle College dengan  sebuah sekolah mode di Italia. Akademi ini punya akses bagus bagi siswanya untuk bekerja sama dengan brand-brand mode internasional seperti Valentino, Armani, dan sebagainya," jelasnya.

Poppy menambahkan, seorang desainer harus memiliki ciri khas untuk bisa berkompetisi di pasar internasional. Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia adalah identitas yang tidak dimiliki negara lain. "Maka sangat tepat jika LaSalle College selalu mengangkat tema wastra dan budaya nusantara pada setiap pagelaran kelulusan siswanya," jelas Poppy. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT