05 October 2021, 21:31 WIB

Hari Guru Sedunia, TikTok Luncurkan Buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar 


Ihfa Firdausya | Humaniora

BERTEPATAN dengan Hari Guru Sedunia (5/10), platform distribusi video singkat TikTok meluncurkan Buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar. Buku ini bertujuan untuk memberikan sumber daya kepada para guru dan pengajar untuk mendampingi anak didiknya agar aman di dunia daring. 

Peluncuran buku panduan itu turut mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Siberkreasi sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital. Buku ini sudah dapat diakses di situs web http://literasidigital.id/books/buku-panduan-keamanan-digital-untuk-pengajar-tiktok/. 

Berdasarkan hasil survei dari Neurosensum Indonesia Consumers Trend 2021: Social Media Impact on Kids, sebanyak lebih dari 80% anak-anak di Indonesia sudah terpapar dengan media sosial dan platform digital lainnya sejak usia dini. Hal itu membuat anak dan remaja menjadi lebih rentan terhadap risiko keamanan digital, termasuk mengenai privasi, keamanan, hingga perundungan siber. 

Selain orangtua, peran guru atau pengajar sebagai pembimbing anak dan remaja di sekolah sangat penting untuk membantu mereka meningkatkan kecakapan dalam aman bermedia digital. Literasi keamanan digital ini dibutuhkan generasi muda agar menjadi warga digital yang bijak dan bertanggungjawab. 

"Dengan memahami ruang digital dan bagaimana beraktivitas secara aman di ruang ini, anak dan remaja bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia digital baik dalam belajar di sekolah maupun berinteraksi di masyarakat," kata Dewan Pengarah GNLD Siberkreasi dan Koordinator Nasional Japelidi Novi Kurnia, Selasa (5/10). 

Buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar itu menyediakan tiga topik berbeda terkait keamanan di dunia maya, termasuk privasi dan keamanan, perundungan dan ujaran kebencian, serta kesejahteraan digital. Setiap topik akan menyediakan rangkuman, panduan diskusi dan ide untuk aktivitas, yang dapat dengan mudah diadaptasi oleh guru sesuai dengan gaya mengajar dan kebutuhan anak didiknya. 

Kehadiran buku panduan tersebut diapresiasi oleh Ira Mirawati, seorang pengajar yang juga menjalankan platform sobatmu.com, sebuah wadah konsultasi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi remaja. 

Menurutnya, pengajar, sebagai orang dewasa yang menghabiskan banyak waktu dengan anak didiknya, perlu memberikan ruang yang nyaman bagi mereka untuk mau mendiskusikan dan belajar memahami bahwa keamanan privasi dan jejak digital ada di tangan mereka. 

Baca juga : Ikut Meriahkan Harbolnas, TikTok Gelar Festival Belanja 10.10 

"Hadirnya Buku Panduan ini tentu akan sangat membantu para pengajar untuk memahami cara mengangkat topik-topik sensitif ini, tanpa membuat para anak didiknya merasa canggung dan menutup diri," katanya. 

Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia Faris Mufid menyebut keseimbangan antara keamanan dan kemandirian remaja menjadi tujuan utama TikTok untuk terus meningkatkan sumber daya keamanannya. 

"TikTok menempatkan keamanan, keselamatan, dan privasi pengguna di kalangan remaja sebagai prioritas utama, agar TikTok terus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ekspresi diri," kata Faris. 

"Harapannya, Buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar ini bisa menjadi sumber edukasi dan referensi untuk para pengajar di Indonesia untuk bantu menumbuhkan lingkungan dan budaya online yang positif," imbuhnya. 

Membangun tempat yang aman dan nyaman bagi semua pengguna dalam mengekspresikan kreativitas anak remaja, lanjutnya, merupakan komitmen TikTok. Untuk mendorong hal tersebut, TikTok telah mempublikasikan Laporan Transparansi, meningkatkan fitur Pelibatan Keluarga, memperbaharui Panduan Komunitas, meluncurkan Toolkit Keamanan Keluarga TikTok, dan bekerja sama dengan mitra lokal. 

Di antaranya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yayasan Sudah Dong, Pusat Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan GNLD Siberkreasi. 

Bagi keluarga yang ingin mengetahui lebih jauh tentang keamanan daring, TikTok telah menciptakan sejumlah sumber daya di Pusat Keamanan TikTok, termasuk Portal Kaum Muda, halaman Orangtua, video edukasi keamanan, dan masih banyak lagi. 

Di Indonesia, TikTok telah meluncurkan serangkaian program dan tantangan, seperti #SamaSamaNyaman, #SamaSamaAman, #thinkb4youdo, dan kampanye global #CreateKindness atau #CiptakanKebaikan untuk meningkatkan kesadaran dan menjawab tantangan tentang keamanan daring. (OL-7)

BERITA TERKAIT