05 October 2021, 16:57 WIB

BRIN Pastikan Riset Covid-19 Tetap Berjalan


Faustinus Nua | Humaniora

SETELAH peleburan empat lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada awal Semtember, banyak perubahan yang telah dilakukan. 

Mulai dari perubahan nama lembaga menjadi organisasi, hingga pengangkatan penjabat baru dalam satu bulan terakhir. Salah satu lembaga yang mendapat perhatian banyak pihak, yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang resmi diganti menjadi Organisasi Riset (OR) Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 

Adapun BPPT sebelumnya mempunyai banyak program dan capaian. Salah satunya, melalui Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 (TFRIC-19).

Baca juga: PTM Terbatas, Menkes: Sekolah Harus Tutup Jika Positivity Rate di Atas 5%

Melalui ekosistem TFRIC-19, sejumlah inovasi lahir untuk mendukung percepatan penanganan pandemi covid-19. Seperti, Rapid Diagnostik Test, Mobile Lab BSL-2 dan inovasi lainnya. Lalu, ada sejumlah riset yang masih dikembangkan untuk mendukung pemulihan kesehatan.

Saat ini, dengan adanya peleburan, tidak ada lagi nama organisasi TFRIC-19. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan bahwa tugas tersebut ditangani OR Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dengan anggota peneliti atau ahli yang sama.

"Kita tidak beri nama khusus, yang penting riset jalan terus dan berhasil," terangnya kepada Media Indonesia, Selasa (5/10).

Baca juga: Sepanjang 2021, Lapor Covid-19 Terima 5.000 Pengaduan Soal Insentif Nakes

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa proses riset terkait covid-19 masih terus berlangsung. Bahkan, tidak ada kendala atau hambatan yang berkaitan dengan peleburan lembaga. Para periset dikatakannya tidak terdampak peleburan, serta hanya eselon 1 dan 2 yang disesuaikan.

"Kalau riset jalan terus seperti biasa. TFRIC itu kan hanya payung, isinya ya tim riset yang memang sudah ada," pungkas Tri.

Dia menyampaikan bahwa semua aktivitas riset berada di bawah arahan BRIN. Semua lembaga sudah terintegrasi untuk memperkuat sektor riset nasional yang berstandar global. Tri menegaskan tidak ada proses riset yang terpisah di setiap lembaga. 

Kehadiran BRIN dikatakannya membuka akses bagi semua peneliti terhadap fasilitas riset. Hal itu penting untuk mendukung dan mempercepat hasil riset, khususnya terkait covid-19.(OL-11)

BERITA TERKAIT