04 October 2021, 23:05 WIB

Kemenkes Siapkan Layanan Kesehatan untuk PON XX dan Peparnas XVI


Faustinus Nua | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan memastikan kesiapan dukungan layanan kesehatan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang berlangsung 2 - 15 Oktober 2021, dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang akan berlangsung 2 - 15 November.

"Baik dukungan sarana dan layanan kesehatan maupun tenaga kesehatan, termasuk pula edukasi kepada masyarakat dan para olahragawan," ujar Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes dr Imran Agus Nurali, SpKO, Senin (4/10).

Seperti diketahui, PON XX resmi dibuka pada Sabtu, 2 Oktober 2021, meskipun sejumlah pertandingan dari beberapa cabang olahraga telah dimulai sejak Kamis 30 September. PON XX dan Peparnas XVI 2021 di Papua berlangsung dalam masa pandemi, berbeda dari sebelumnya.

Imran mengatakan dukungan pihaknya terhadap PON XX dan Peparnas XVI telah disiapkan mencakup seluruh fasilitas dan sarana pendukung kesehatan, di tempat-tempat wilayah pertandingan di empat wilayah berbeda yang menjadi venue pertandingan.

“Di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ada 9 rumah sakit, di Kabupaten Merauke ada 3 rumah sakit, dan di Kabupaten Mimika ada 3 rumah sakit. Ini ditambah dukungan 51 ambulans yang disiagakan disejumlah tempat pertandingan.Lalu ditambah poli-poli kesehatan di setiap tempat pertandingan. Ini di luar rumah sakit rujukan dan nasional yang disiagakan,” ungkapnya .

Selain itu, tenaga kesehatan dan pendukung layanan kesehatan juga telah disiapkan. Total ada 54 tim kesehatan, 420 dokter dan perawat, pengemudi 110 orang dan didukung 1.000 relawan. “Dari 420 dokter dan perawat ditempatkan di sejumlah daerah, yaitu di Kota Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Merauke sebanyak 100 orang serta Kabupaten Mimika sebanyak 90 orang,” tambahnya.

Kemenkes juga mendukung pengawasan terhadap tempat menginap atlet dan tempat pertandingan. Fasilitas protokol kesehatan sudah disiapkan di semua tempat yang menghadirkan para olahragawan dan masyarakat yang akan mendukung mereka bertanding.

Tidak saja fasilitas layanan, namun sejak jauh hari sebelum pembukaan PON XX Papua, Kemenkes sudah melakukan edukasi soal protokol kesehatan. Edukasi dilakukan sejak lama untuk menghindari risiko penularan covid-19, juga penyakit lain yang endemis di Papua. “Ini dilakukan baik kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan PON seperti atlet, wasit, official dan lainnya, juga kepada masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan. Seluruhnya harus bebas dari covid-19,” kata dokter Imran.

“Ini misalnya dilakukan dengan pemeriksaan sertifikat vaksinasi covid-19 dan atau hasil swab PCR bagi mereka yang datang dari luar Papua. Dan nantinya saat mereka akan meninggalkan Papua juga wajib dilakukan pemeriksaan swab. Dengan demikian diharapkan menekan sekecil mungkin kemungkinan penyebaran covid-19,” lanjutnya.

Informasi lain soal kesehatan juga terus disampaikan terhadap penyakit endemis di Papua, seperti malaria yang kasusnya masih cukup tinggi. Selain itu juga DBD dan HIV-AIDS yang masih menjadi potensi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan bagi penonton yang datang ke Papua.

“Semuanya ini dilakukan Kementerian Kesehatan agar PON XX Papua dan nantinya Peparnas XVI Papua berlangsung aman, nyaman, dan tetap sehat bagi semua. Selamat bertanding, salam sehat. Torang bisa,” tandasnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT