03 October 2021, 22:26 WIB

Butuh Kolaborasi Bersama Tanamkan Pancasila Sejak Usia Dini 


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

PANCASILA merupakan hal paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Oleh karena itu, menjaga Pancasila merupakan kewajiban bersama. Tantangan terbesar Indonesia adalah persoalan sistem pendidikan Pancasila yang belum jelas dan merata. 

Maka dari itu dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah dan tenaga pengajar dalam melancarkan sistem pendidikan Pancasila yang dapat diterapkan secara aplikatif. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, nilai-nilai pancasila diharapkan sudah tertanam sejak anak usia dini. Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu menggagas adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Penanaman nilai pancasila dalam PAUD meliputi nilai agama, kebenaran, keadilan, kebersamaan, perbedaan dan cinta kasih Tuhan di tengah anak-anak usia dini yang akhirnya dikembangkan dalam satu silabus materi tentang pendalaman guru-guru pendidikan usia dini. 

"Kami berharap masyarakat dapat memahami nilai-nilai Pancasila, terutama dengan cara menghargai perbedaan sehingga memiliki wawasan kebangsaan Indonesia yang kuat," kata Ngabalin dalam webinar Membangun Karakter Pelajar Pancasila yang digelar Universitas Pancasila. 

M. Mukhlisin dari Yayasan Cahaya Guru mengingatkan, pemerintah sudah mengeluarkan 6 profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, serta kreatif yang dirumuskan Kemendikbud.  

Baca juga : KPAI : Cegah Cyber Bullying, Ajari Anak Menjaga Privasi di Sosial Media

"Tantangan yang didapatkan yaitu bagaimana cara mewujudkan 6 profil pelajar Pancasila yang dinilai masih abstrak ke dalam suatu sistem yang dapat diterapkan secara aplikatif oleh pengajar." tutup Mukhlisin. 

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Silverius Y. Soeharso berpendapat dengan adanya pandemi Covid-19 seharusnya bisa mendorong nilai-nilai Pancasila tumbuh dan berkembang sehingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang Pancasilais dan mengutamakan toleransi. Dia menilai pandemi Covif-19 dapat mendorong tindakan kolaborasi seluruh masyarakat tanpa melihat latar belakang.  

"Tindakan kolaborasi ini pun dinilai dapat meningkatkan kerjasama masyakarat dalam mengurangi angka Covid-19," kata Silverius. 

Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila Eddy Pratomo menyebutkan adanya sesuatu yang hilang pada praktek ideologi atau landasan negara Indonesia karena Pancasila tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Ia menilai bahwa nilai Pancasila seharusnya bisa diamalkan pada ideologi PBB untuk menyelesaikan sengketa PBB, namun ketidaksiapan Indonesia untuk hadir menghalangi Indonesia dalam berpartisipasi.  

"Pendidikan etika dan moral pada masa pendidikan dasar adalah hal penting jika berkaca dari negara-negara maju di dunia," tutur Eddy yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Jerman itu. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT