03 October 2021, 17:29 WIB

KPAI Prihatin Lemahnya Pengawasan Prokes Saat PTM


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut prihatin adanya laporan terkait pelanggaran protokol kesehatan (prokes) terutama 3M dalam kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini berpotensi memicu sekolah menjadi kluster sekolah.

"Oleh karena itu KPAI mendorong pengawasan gugus tugas daerah dan Dinas terkait agar mengontrol penerapan 3M di satuan pendidikan yang gelar PTM," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat dihubungi, Minggu (3/10).

KPAI juga mendapatkan laporan dari masyarakat dan juga dari pengawasan langsung di satuan pendidikan faktanya bahwa terjadi sejumlah pelanggaran terhadap prokes, terutama 3M yakni masker yang diletakan di dagu, masker yang digantungkan di leher, tempat cuci tangan yang tidak disertai air mengalir dan sabun bahkan ada sebagian guru dan siswa tidak bermasker saat berada di lingkungan sekolah.

Baca juga : Perhimpunan Pendidikan dan Guru Nilai 40% Sekolah Belum Siap Gelar PTM

Pemerintah daerah diminta harus tegas pada aturan, segera tutup sekolah-sekolah yang kedapatan melanggar prokes atau 3M. Atau memberikan teguran dan memperketat pengawasan.

Retno juga menyebutkan pihaknya mendapatkan laporan masyarakat dengan pendukung bukti berupa foto, di mana seorang guru di Kabupaten Bandung sedang mengukur suhu seorang siswa yang bermasker, sementara gurunya tidak mengenakan masker.

"Ada juga foto guru Taman Kanak Kanak (TK) di Sumedang sedang mengajar 9 siswa dan seluruh siswa maupun guru tidak ada yang bermasker," ujar Retno.

"Oleh karena itu, KPAI mendorong pemerintah daerah untuk tidak menggelar PTM saat ini di jenjang PAUD, TK, dan SD kelas bawah (kelas 1-3), karena rentan penularan, mengingat anak-anak tersebut belum di vaksin dan perilakunya sulit dikontrol," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT